Kamis, 08 Desember 2011

Mengenal IStana Ratu Boko


Mengenal IStana Ratu Boko


Di jaman Rakai Panangkaran, sebuah bangunan megah dibangun untuk melengkapi keberadaan candi Prambanan yang telah ada di kala itu. Terletak di area seluas 250.000 meter, Abhayagiri Vihara atau yang kemudian dikenal dengan istana Ratu Boko dibangun. Tak ada tujuan lain dari pembangunan istana yang terletak di 196 meter dari permukaan laut ini, selain sebagai tempat untuk menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual.

kala makara


Adapun bangunan yang ada, terdiri dari gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban. Sementara, bagian tenggara meliputi Pendopo, Balai-Balai, 3 candi, kolam, dan kompleks Keputren. Kompleks gua, Stupa Budha, dan kolam terdapat di bagian timur. Sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan.







Meski didirikan oleh seorang Budha, istana ini memiliki unsur-unsur Hindu. Itu dapat dilihat dengan adanya Lingga dan Yoni, arca Ganesha, serta lempengan emas yang bertuliskan "Om Rudra ya namah swaha" sebagai bentuk pemujaan terhadap Dewa Rudra yang merupakan nama lain Dewa Siwa.

Sebagai sebuah bangunan peninggalan, Istana Ratu Boko memiliki keunikan dibanding peninggalan lain. Jika bangunan lain umumnya berupa candi atau kuil. Itu ditunjukkan dari adanya bangunan berupa tiang dan atap yang terbuat dari bahan kayu, meski kini yang tertinggal hanya batur-batur dari batu saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar