Sabtu, 10 Desember 2011

BUKIT NGLAGGERAN Obyek Wisata Minat Khusus


BUKIT NGLAGGERAN Obyek Wisata Minat Khusus

Gersang, kering dan tandus. Selain itu secara kebanyakan orang menganggap Gunungkidul adalah sebuah pegunungan(mountain), tapi apa yang kita rasakan dari indera penglihatan kita sewaktu kita melawati daerah kelokan bukit Pathuk?  Banyak bongkahan batu berwarna hitam yang notabene adalah batu dari sebuah gunung berapi.
Bukit pathuk sendiri berada pada pertemuan zona ledok dan baturagung.  Sedangkan bebatuan hitam di daerah ke arah kota Semin merupakan area sebelah timur di pinggiran zona baturagung dan ledok.Tak perlu kita takutkan secara berlebihan. Karena seandainya gunung itu adalah sebuah masa lalu, yang perlu adalah kita mengerti seperti apa Gunungkidul yang kita siniskan sebagai daerah tandus itu.

BUKIT NGLAGGERAN Obyek Wisata Minat Khusus



Gersang, kering dan tandus. Selain itu secara kebanyakan orang menganggap Gunungkidul adalah sebuah pegunungan(mountain), tapi apa yang kita rasakan dari indera penglihatan kita sewaktu kita melawati daerah kelokan bukit Pathuk?  Banyak bongkahan batu berwarna hitam yang notabene adalah batu dari sebuah gunung berapi.
Bukit pathuk sendiri berada pada pertemuan zona ledok dan baturagung.  Sedangkan bebatuan hitam di daerah ke arah kota Semin merupakan area sebelah timur di pinggiran zona baturagung dan ledok.Tak perlu kita takutkan secara berlebihan. Karena seandainya gunung itu adalah sebuah masa lalu, yang perlu adalah kita mengerti seperti apa Gunungkidul yang kita siniskan sebagai daerah tandus itu.

Gunungkidul dibagi menjadi zona Gunung Sewu, Zona Ledok dan Zona Baturagung.  Zona Gunungsewu meliputi daerah pantai selatan dan sekitarnya meliputi tanah tandus dan kering sehingga air tawar berada di bawah tanah,  berbukit bukit terjal dalam formasi banyak gunung . Zona Ledok berupa lembah di utara zona gunung sewu, dengan tanah hitam, sehingga air lebih mudah didapatkan baik dari curah hujan maupun sumber air yang dapat ditarik keatas permukaan tanah, berbukit tapi cenderung rendah dan tidak se extrem gunung sewu. Zona baturagung berupa perbukitan yang naik turun dengan tingkat kecuraman sama dengan zona gunung sewu. Perbedaannya jika di gunung sewu air sangat sulit didapatkan, di zona baturagung ini air berkecukupan.
Salah satu daerah yang ada di Gunung Kidul , yang bisa diandalkan untuk tujuan wisata minat khusus , adalah bukit  Nglanggeran . Untuk menuju desa ini juga tidak terlalu sulit . Selain lokasi menuju desa ini sudah beraspal mulus , para wisatawan juga dapat menikmati udara segar serta panorama alam yang begitu indah .
Tidak kalah menariknya , bukit yang dipercaya sebagai gunung merapi purba ini , menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan . Di bukit Nglanggeran.,  dijumpai batuan vulkanik , yang konon di atas bukit tsb terdapat sebuah mata air , yang setiap saat tidak kering .
Untuk menaklukkan  puncak bukit Nglanggeran , para pecinta wisata ini harus melalui jalan setapak. Konon , puncak bukit berketinggian 700 meter ini , oleh sebagian masyarakat setempat di percaya kalau berdoa di atas puncak bukit, keinginannya akan dikabulkan.. Dari atas bebatuan Bukit Nglanggeran itu, terpapar panorama indah ladang hijau. .
Menurut Sudiyono, Ketua LKMD setempat, bukit Nglanggeran yang ada di wilayahnya , ternyata menjadi daya tarik untuk dijadikan tujuan wisata alternatif . Ini terbukti , banyaknya anak-anak muda , dan pecinta alam yang datang untuk berkunjung . Disela sela perjalanan menuju puncak bukit , Sudiyono  menambahkan, potensi yang ditawarkan di bukit Nglanggeran diantaranya , gunung kelir , comberan , gunung blencong , dan pendopo kalisong .
Selain kekayaan alam yang disuguhkan di bukit Nglanggeran , para wisatawan juga bisa melakukan kegiatan lain , seperti panjat dinding , off road , dan wisata ritual .
Oleh karena itu diperlukan banyak promosi dan strategi agar obyek-obyek wisata di Gunung Kidul, terutama obyek wisata minat khusus, lebih bisa dipromosikan para pelaku pariwisata. . Citra bahwa lokasi obyek wisata jauh jaraknya dan sulit untuk dicapai juga harus dikikis.  Selain menyentuh perbaikan dan pelebaran jalan, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul perlu memasang banyak papan penanda untuk memandu ke daerah wisata, seperti ke arah Bukit Nglanggeran.


BUKIT NGLAGGERAN Obyek Wisata Minat Khusus



Gersang, kering dan tandus. Selain itu secara kebanyakan orang menganggap Gunungkidul adalah sebuah pegunungan(mountain), tapi apa yang kita rasakan dari indera penglihatan kita sewaktu kita melawati daerah kelokan bukit Pathuk?  Banyak bongkahan batu berwarna hitam yang notabene adalah batu dari sebuah gunung berapi.
Bukit pathuk sendiri berada pada pertemuan zona ledok dan baturagung.  Sedangkan bebatuan hitam di daerah ke arah kota Semin merupakan area sebelah timur di pinggiran zona baturagung dan ledok.Tak perlu kita takutkan secara berlebihan. Karena seandainya gunung itu adalah sebuah masa lalu, yang perlu adalah kita mengerti seperti apa Gunungkidul yang kita siniskan sebagai daerah tandus itu.

Gunungkidul dibagi menjadi zona Gunung Sewu, Zona Ledok dan Zona Baturagung.  Zona Gunungsewu meliputi daerah pantai selatan dan sekitarnya meliputi tanah tandus dan kering sehingga air tawar berada di bawah tanah,  berbukit bukit terjal dalam formasi banyak gunung . Zona Ledok berupa lembah di utara zona gunung sewu, dengan tanah hitam, sehingga air lebih mudah didapatkan baik dari curah hujan maupun sumber air yang dapat ditarik keatas permukaan tanah, berbukit tapi cenderung rendah dan tidak se extrem gunung sewu. Zona baturagung berupa perbukitan yang naik turun dengan tingkat kecuraman sama dengan zona gunung sewu. Perbedaannya jika di gunung sewu air sangat sulit didapatkan, di zona baturagung ini air berkecukupan.
Salah satu daerah yang ada di Gunung Kidul , yang bisa diandalkan untuk tujuan wisata minat khusus , adalah bukit  Nglanggeran . Untuk menuju desa ini juga tidak terlalu sulit . Selain lokasi menuju desa ini sudah beraspal mulus , para wisatawan juga dapat menikmati udara segar serta panorama alam yang begitu indah .
Tidak kalah menariknya , bukit yang dipercaya sebagai gunung merapi purba ini , menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan . Di bukit Nglanggeran.,  dijumpai batuan vulkanik , yang konon di atas bukit tsb terdapat sebuah mata air , yang setiap saat tidak kering .
Untuk menaklukkan  puncak bukit Nglanggeran , para pecinta wisata ini harus melalui jalan setapak. Konon , puncak bukit berketinggian 700 meter ini , oleh sebagian masyarakat setempat di percaya kalau berdoa di atas puncak bukit, keinginannya akan dikabulkan.. Dari atas bebatuan Bukit Nglanggeran itu, terpapar panorama indah ladang hijau. .
Menurut Sudiyono, Ketua LKMD setempat, bukit Nglanggeran yang ada di wilayahnya , ternyata menjadi daya tarik untuk dijadikan tujuan wisata alternatif . Ini terbukti , banyaknya anak-anak muda , dan pecinta alam yang datang untuk berkunjung . Disela sela perjalanan menuju puncak bukit , Sudiyono  menambahkan, potensi yang ditawarkan di bukit Nglanggeran diantaranya , gunung kelir , comberan , gunung blencong , dan pendopo kalisong .
Selain kekayaan alam yang disuguhkan di bukit Nglanggeran , para wisatawan juga bisa melakukan kegiatan lain , seperti panjat dinding , off road , dan wisata ritual .
Oleh karena itu diperlukan banyak promosi dan strategi agar obyek-obyek wisata di Gunung Kidul, terutama obyek wisata minat khusus, lebih bisa dipromosikan para pelaku pariwisata. . Citra bahwa lokasi obyek wisata jauh jaraknya dan sulit untuk dicapai juga harus dikikis.  Selain menyentuh perbaikan dan pelebaran jalan, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul perlu memasang banyak papan penanda untuk memandu ke daerah wisata, seperti ke arah Bukit 

 Gunungkidul dibagi menjadi zona Gunung Sewu, Zona Ledok dan Zona Baturagung.  Zona Gunungsewu meliputi daerah pantai selatan dan sekitarnya meliputi tanah tandus dan kering sehingga air tawar berada di bawah tanah,  berbukit bukit terjal dalam formasi banyak gunung . Zona Ledok berupa lembah di utara zona gunung sewu, dengan tanah hitam, sehingga air lebih mudah didapatkan baik dari curah hujan maupun sumber air yang dapat ditarik keatas permukaan tanah, berbukit tapi cenderung rendah dan tidak se extrem gunung sewu. Zona baturagung berupa perbukitan yang naik turun dengan tingkat kecuraman sama dengan zona gunung sewu. Perbedaannya jika di gunung sewu air sangat sulit didapatkan, di zona baturagung ini air berkecukupan.
Salah satu daerah yang ada di Gunung Kidul , yang bisa diandalkan untuk tujuan wisata minat khusus , adalah bukit  Nglanggeran . Untuk menuju desa ini juga tidak terlalu sulit . Selain lokasi menuju desa ini sudah beraspal mulus , para wisatawan juga dapat menikmati udara segar serta panorama alam yang begitu indah .
Tidak kalah menariknya , bukit yang dipercaya sebagai gunung merapi purba ini , menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan . Di bukit Nglanggeran.,  dijumpai batuan vulkanik , yang konon di atas bukit tsb terdapat sebuah mata air , yang setiap saat tidak kering .
Untuk menaklukkan  puncak bukit Nglanggeran , para pecinta wisata ini harus melalui jalan setapak. Konon , puncak bukit berketinggian 700 meter ini , oleh sebagian masyarakat setempat di percaya kalau berdoa di atas puncak bukit, keinginannya akan dikabulkan.. Dari atas bebatuan Bukit Nglanggeran itu, terpapar panorama indah ladang hijau. .
Menurut Sudiyono, Ketua LKMD setempat, bukit Nglanggeran yang ada di wilayahnya , ternyata menjadi daya tarik untuk dijadikan tujuan wisata alternatif . Ini terbukti , banyaknya anak-anak muda , dan pecinta alam yang datang untuk berkunjung . Disela sela perjalanan menuju puncak bukit , Sudiyono  menambahkan, potensi yang ditawarkan di bukit Nglanggeran diantaranya , gunung kelir , comberan , gunung blencong , dan pendopo kalisong .
Selain kekayaan alam yang disuguhkan di bukit Nglanggeran , para wisatawan juga bisa melakukan kegiatan lain , seperti panjat dinding , off road , dan wisata ritual .
Oleh karena itu diperlukan banyak promosi dan strategi agar obyek-obyek wisata di Gunung Kidul, terutama obyek wisata minat khusus, lebih bisa dipromosikan para pelaku pariwisata. . Citra bahwa lokasi obyek wisata jauh jaraknya dan sulit untuk dicapai juga harus dikikis.  Selain menyentuh perbaikan dan pelebaran jalan, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul perlu memasang banyak papan penanda untuk memandu ke daerah wisata, seperti ke arah Bukit Nglanggeran.




Jumat, 09 Desember 2011

jogjakarta tompo dulu hingga sekarang

Pesanggrahan ambarbinangun1895





Kartupos diterbitkan H. Buning dari Jocjakarta ini memperlihatkan panorama mengarah ke utara di perempatan Ngabean (kini Jl Ahmad Dahlan), Kampementsstraat (Jl Tangsi, kini Jl Senopati), Residentielaan (kini Jl A. Yani) dan Kadasterstraat (kini Jl Trikora). Fotografer berdiri ujung utara Kadasterstraat. Gedung di sebalah kiri adalah bagian dari gedung perkumpulan “Societeit De Vereeniging” yang dibangun pada tahun 1912. Di tangah foto terlihat pohon beringin besar yang sekarang sudah hilang.

Lurus: Kampementsstraat (Jl Tangsi, kini Jl Senopati)
Balik: Ngabean (kini Jl Ahmad Dahlan)
Kiri: Residentielaan (kini Jl A. Yani)
Kanan: Kadasterstraat (kini Jl Trikora)



Kantor Pos Yogyakarta 2008. Semua pohon besar sudah hilang










Transportasi tempodulu di djoejakarta
Gerobak punah


Rumah desa jamandulu


Tamansari_1935

 taman sari tempo doeloe
 tamansari 1881




 tamansari yang sekarang





TAMAN SARI

Satu landmark yang pantas deh buat dikunjungi. .
Bertempat di selatan Kraton Yogyakarta, dan di kompleks pasar Ngasem (pasar hewan). .
Menurut bapak-bapak guide yang kami temui taman sari berdiri pada tahun 1757 dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I . . dan didirikan oleh pemerintahan Kerajaan Kraton. . Taman Sari pada mulanya dibuat untuk pemandian dan istirahatnya para puteri kraton ( asik tu nek bisa liat puteri2 lagi pada mandi ). .
Ga banyak informasi yang kita dapat disini, oiya Taman Sari juga disebut-sebut sebagai Segaran atau Laut buatan dalam bahasa Jawa. .
Di sini terdapat pula Sumur Gumuling yang dulinya adalah tempat Sultan melakukan Sholat yang dapat dicapai melaui salaha satu lorong bawah tanah, yang katanya dulunya juga menjadi tempat penyelamatan bilamana sewaktu-waktu kompleks ini mendapat serangan musuh.

Tarif resmi masuk melaui pintu gerbang utama kita harus membayar Rp 2.500,00 untuk Domestik dan Rp 5.000,00 untuk Wisman. . Buka setiap hari pukul 9:00 – 15.30 pm.
Untuk bisa masuk ke kompleks Taman Sari memang gratis bisa melalui 2 pintu ( sebenernya bisa lewat mana aja banyak jalan dan pintu ) sebelah utara di parkiran pasar Ngasem dan sebelah Timur di parkiran utama. Oiya sekedar informasi biaya parkir Rp. 2.000-5.000 utk motor dan mobil.
Tempat ni wajib dikunjungi banget buat kamu yang suka fotografi (narsis) baguz tu dijadiin background, tempatnya emang udah ancur tp masih meninggalkan situs yang bernilai seni. . seperti tembok yang retak-retak, berlumut, pokoke udah ancurlah. . Arsitekturnya pun tak kalah asik bergaya Jawa Portugis cuy. . . tp disisi lain taman sari juga menawarkan tempat yang amat terawat di bagian pintu masuk sebelah timur sebelum memasuki kawasan pemandian puteri. . dan tempat pemandiannya pun masih terawat dan uniknya di bagian pemandian ini kamu bakal ngrasain atmosfer yang berbeda ga seperti tempat lainnya, bersa adem-adem lembab gimana gitu. . . 
Tips dan Trik:
Berkeliling di Taman Sari jika Anda tidak merasa kuat atau cepat capek, Taman Sari memfasilitasi ojek sepeda motor seharga Rp. 5.000,00 ( boleh nawar, harus nawar ). Dan resikonya anda bakal mendapati sepeda yang butut dan apabila ada kerusakan saat di perjalanan Anda diwajibkan membiayai perbaikannya 



Kamis, 08 Desember 2011

Mengenal IStana Ratu Boko


Mengenal IStana Ratu Boko


Di jaman Rakai Panangkaran, sebuah bangunan megah dibangun untuk melengkapi keberadaan candi Prambanan yang telah ada di kala itu. Terletak di area seluas 250.000 meter, Abhayagiri Vihara atau yang kemudian dikenal dengan istana Ratu Boko dibangun. Tak ada tujuan lain dari pembangunan istana yang terletak di 196 meter dari permukaan laut ini, selain sebagai tempat untuk menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual.

kala makara


Adapun bangunan yang ada, terdiri dari gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban. Sementara, bagian tenggara meliputi Pendopo, Balai-Balai, 3 candi, kolam, dan kompleks Keputren. Kompleks gua, Stupa Budha, dan kolam terdapat di bagian timur. Sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan.







Meski didirikan oleh seorang Budha, istana ini memiliki unsur-unsur Hindu. Itu dapat dilihat dengan adanya Lingga dan Yoni, arca Ganesha, serta lempengan emas yang bertuliskan "Om Rudra ya namah swaha" sebagai bentuk pemujaan terhadap Dewa Rudra yang merupakan nama lain Dewa Siwa.

Sebagai sebuah bangunan peninggalan, Istana Ratu Boko memiliki keunikan dibanding peninggalan lain. Jika bangunan lain umumnya berupa candi atau kuil. Itu ditunjukkan dari adanya bangunan berupa tiang dan atap yang terbuat dari bahan kayu, meski kini yang tertinggal hanya batur-batur dari batu saja

Yogyakarta Dibanjiri Wisatawan


Yogyakarta Dibanjiri Wisatawan

Yogyakarta Dibanjiri Wisatawan

Yogyakarta
Yogyakarta Dibanjiri Wisatawan – Banyak wisatawan yang sebelumnya ingin berwisata ke Thailand memilih belok ke Indonesia dan mengunjungi Obyek Wisata salah satu nya Yogyajarta ini.Akibat banjir yang melanda Thailand sampai saat ini belum surut membuat para wiasatawan masuk ke Indonesia, namun sangat berdampak sangat positif bagi dunia pariwisata di Indonesia seperti Bali maupun Yogyakarta.
Pasalnya banyak wisatawan yang sebelumnya ingin berwisata ke Thailand memilih beralih ke dua kota tersebut.Ketua Badan Promosi dan Pariwisata Kota Yogyakarta, Deddy Pranowo Eryono menyatakan, Thailand merupakan tujuan favorit wisata baik
domestik maupun luar negeri, sehingga ketika terjadi bencana seperti bencana banjir yang terjadi saat ini, banyak wisatawan asing yang mengalihkan tujuannya ke Bali atau Yogyakarta.

Meski angka kenaikannya belum dapat dihitung secara matematis namun pasti jumlah kunjungan wisatawan asing ke Yogyakarta juga mengalami peningkatan, dapat terlihat sampai hari ini 12 November 2011
Pelaku wisata di Yogyakarta juga menggandeng travel agen dari Thailand yang mengalihkan kunjungan wisatanya ke Yogyakarta. Kerjasama antar travel agen dengan semua negara sangat perlu dan akan saling menguntungkan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Tazbir Abdullah mengatakan, akibat kejadian bencana alam di Thailand tentunya akan ada pengalihan kunjungan wisatawan dari luar negeri ke beberapa negara lain seperti Indonesia. Dan Yogyakarta merupakan salah satu tempat favorit untuk dikunjungi selain pulau
Bali.

“Tentu ada peningkatan terhadap kunjungan wisatawan. Namun demikian kami prihatin terhadap bencana alam banjir yang saat ini melanda Thailand,” ujarnya singkat.
Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah Daerah Istimewa setingkat Provinsi di Indonesia yang meliputi Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki jumlah penduduk 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2.
Dasar filosofi pembangunan daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Hamemayu Hayuning Bawana, sebagai cita-cita luhur untuk menyempurnakan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.
Visi Yogyakarta
Terwujudnya pembangunan Regional sebagai wahana menuju pada kondisi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tahun 2020 sebagai pusat pendidikan, budaya dan Daerah tujuan wisata terkemuka, dalam lingkungan masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera lahir batin didukung oleh nilai-nilai kejuangan dan pemerintah yang bersih dalam pemerintahan yang baik dengan mengembangkan Ketahanan Sosial Budaya dan sumberdaya berkelanjutan. Dan Pemerintah Daerah yang katalistik dan masyarakat yang mandiri berbasis kekuatan ekonomi lokal dan sumberdaya manusia yang profesional dan beretika.
Misi Yogyakarta
1. Mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, profesional, humanis dan beretika dalam mendukung terwujudnya budaya yang adiluhung.
2. Menguatkan fondasi kelembagaan dan memantapkan struktur ekonomi daerah berbasis pariwisata yang didukung potensi lokal dengan semangat kerakyatan menuju masyarakat yang sejahtera.
3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas tata kelola pemerintahan yang berbasis Good Governance.
4. Memantapkan prasarana dan sarana daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan publik.

Daftar Obyek Wisata Yogyakarta
* Malioboro
* Kebun Binatang Gembira Loka
* Istana Air Taman Sari
* Monumen Jogja Kembali
* Museum Keraton Yogyakarta
* Museum Sonobudoyo
* Lereng Merapi
* Pemakaman Imogiri
* Kaliurang
* Pantai Parangtritis
* Pantai Baron
* Pantai Samas
* Goa Selarong
* Candi Prambanan
* Candi Kalasan
* Kraton Ratu Boko
* Pasar Seni gabusan Bantul
* Kerajinan kulit Manding Bantul
* angkringan dengan menu khas mahasiswa,
* Bakmi godhog di Pojok Beteng,
* sate kelinci di Kaliurang plus jadah Mbah Carik,
* sate karang Kotagedhe,
* sego abang Njirak Gunung Kidul.
* Sate Klathak Wonokromo.
* Bakmi Pundong atau mie Jawa
* Bakmi pak Mo Code Bantul
* Bakmi Gilang Bantul

OBYEK WISATA DI YOGYAKARTA


 Tempat Wisata Di Jogja. Pada hari raya idul fitri memang moment paling tepat untuk mengunjungi obyek wisata, misalnya saja Tempat Wisata Di Jogja adalah alternatif tempat hiburan yang selalu dijadikan wisata keluarga. Sejumlah tempat wisata di Yogyakarta selama liburan lebaran dipadati pengunjung. Salah satu tempat wisata yang banyak didatangi wisatawan adalah Candi Prambanan. Objek wisata yang berada di perbatasan Yogyakarta-Jawa Tengah ini selalu menjadi tujuan utama wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.


Pada lebaran kali ini para pemudik dari berbagai daerah banyak yang menyempatkan diri untuk menikmati keindahan Candi Prambanan. Pantauan SCTV Senin (13/9) meski masih dalam tahap perbaikan setelah sempat mengalami kerusakan akibat gempa 27 Mei 2006 lalu, pesona Prambanan masih menjadi daya tarik wisatawan.

Selama liburan lebaran jumlah pengunjung Candi Prambanan mencapai 20 ribu orang per hari. Di Prambanan pengunjung juga disuguhi berbagai macam kesenian, di antaranya keroncong dan jathilan yang digelar di halaman candi. Kesenian ini sengaja disediakan untuk menambah hiburan bagi para pengunjun

 OBYEK WISATA DI YOGYAKARTA




Gedung Bank Indonesia dan Kantor Pos Besar.

Bangunan Kolonial yang indah ini terletak di utara untuk Karaton. Beberapa meter ke arah timur terdapat Gereja Agama Katholik tua yang terletak di Jl. Secodiningratan (Sekarang Jln P Senopati).

Baron

Pantai ini terletak di Kabupaten Gunungkidul, berjarak sekitar 60 km arah selatan dari kota Yogyakarta. Pantai Baron merupakan muara dari aliran sungai di bawah batu karang. Pantai ini sebenarnya merupakan teluk yang diapit oleh dinding-dinding perbukitan pohon kelapa.

Kukup

Ombaknya tergolong agak besar. Sebagai rangkaian alam perpantaian dari pantai Baron, gambaran tentang Pantai Kukup tidak jauh berbeda. Pantai ini berjarak sekitar 1 km dari Pantai Baron. Ciri khas dari obyek Pantai Kukup adalah pada koleksi ikan hiasnya. Pengunjung dapat sekedar melihat atau bahkan membelinya. Ciri lain menonjolkan yang eksotisme pantai ini adalah warna pasir pantainya yang putih kekuning-kuningan.


Candi Banyu Nibo Banyunibo

Mempunyai arti "air menetes" yang merupakan candi peninggalan agama Budha abad IX. Candi ini juga disebut "Si Sebatang Kara Banyu Nibo" karena letaknya yang terpencil ditengah persawahan dan rumpun pisang terpisah dari kelompok candi-candi yang lain. Candi ini dapat dicapai dengan kendaraan umum dari simpang tiga jalan raya Yogya-Solo yang menuju ke Piyungan sepanjang 2 kilometer atau 1 kilometer dari mulut jalan setapak yang menuju ke Petilasan Keraton Ratu Boko hingga tiba di komplek SKSD Palapa DIY. Selanjuynya perjalanan dengan jalan kaki menyusuri persawahan kearah timur (kiri), kurang lebih 1 kilometer.

Kerajinan Batik

Batik kali digunakan sebagai simbol warisan turun temurun dari leluhur kita. Proses pembuatan Batik dapat dilihat di beberapa Galeri Batik di sebelah selatan Kota Jogjakarta yang sudah turun temurun.

Museum Biologi

Terletak di jalan Sultan Agung Nomor : 22 Yogyakarta merupakan sarana pendidikan tentang satwa ( fauna ) dalam alam tumbuhan ( flora ) Indonesia . Dalam museum ini dapat disaksikan berbagai macam herabrium kering dan basah, berbagai jenis binatang dan kerangkanya. Sebagian diantaranya diperagakan dalam bentuk diorama, yang memperlihatkan kehidupan binatang dan tumbuh-tumbuhan tersebut, menyerupai keadaan dialam aslinya. Museum ini terbuka pada setiap hari : Selasa s/d Kamis pukul 08.00 - 13.00, Jum;at dari pukul 08.00 - 11.00, Sabtu dari pukul 08.00 - 12.30, dan Minggu pukul 08.00 - 12,00.

Bird Market (Pasar Burung Ngasem)

Tepatnya di wilayah Kecamatan Kraton, dan hanya berjarak sekitar 200 m dari gerbang Kraton Yogyakarta serta berhimpitan dengan Tamansari, terdapat sebuah pasar yang dikenal sebagai 'pasar burung", meskipun sebenarnya merupakan pasar umum, sebab tidak hanya jenis binatang dan burung saja yang ada di pasar tersebut. Pasar tersebut dikenal dengan nama Pasar Ngasem.

Borobudur

Merupakan Candi Budha terbesar di dunia yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Terletak disebelah Barat Laut kota Yogyakarta, sejauh lebih kurang 42 km. Dibangun pada abad ke 8, dengan kerja keras dan keringat yang membasahi dibawah sengatan terik matahari daerah tropis, ditunjang ketekunan para pekerja dan dedikasi yang tinggi dari kerabat dan rakyat wangsa Cailendra yang berkuasa pada saat itu. Candi itu benar-benar menampilkan kebesaran kerajaan Cailendra, yang berusaha menggambarkan riwayat hidup Sidharta Gautama dan menjelaskan ajaran-ajarannya melalui relief-relief yang terukiir indah pada dinding candi.

Museum Sonobudoyo

Merupakan meseum budaya yang lengkap setelah Museum Pusat Jakarta. Terletak di sisi barat laut alun-alun utara Yogyakarta. Museum yang juga merupakan sarana pendidikan, khususnya dalam bidang seni-budaya dana kepurbakalaan, museum ini juga memiliki perpustakaan yang cukup memadai terutama buku-buku yang berkaitan dengan masalah kebudayaan juga menyimpan warisan budaya rokhani yang tiada bernilai tingginya, dapat dikunjungi setiap hari antara pukul 08.00 - 13.00 WIB.

Cerme Gua

Di balik ketenaran objek wisata Pantai Parangtritis dan makam raja Mataram (Imogiri), Kabupaten Bantul ternyata masih memiliki satu lagi objek wisata yang tidak kalah menariknya. Wisata alam Goa Cerme, objek wisata yang tersembunyi di Dusun Srunggo, Imogiri.Untuk menyusuri seluruh relung Gua Cerme yang memiliki lorong sepanjang 1.200 meter itu, diperlukan waktu sekitar 2 jam lebih. Sepanjang jalan yang dilalui, memiliki alur yang berkelok-kelok, dihiasi stalagtit dan stalagmit yang berlekuk-lekuk

Gereja Kotabaru

Terletak 2Km di sebelah barat Stasiun Tugu / malioboro. Merupakan gereja tua peninggalan zaman kolonial. Terkenal dengan nama Gereja Katolik St Antonius.

Dewantara Kirti Griya

Museum yang berlokasi di JalanTaman Siswa No 31 Yogyakarta dulu merupakan kediaman keluarga Ki Hajan Dewantara. Museum ini merupakan museum memorial milik Yayasan Persatuan Perguruan Taman Siswa. Museum yang terletak dijantung kota Yogyakarta dengan luas bangunan 300 meter persegi dan luas tanah 2700 meter persegi bisa setiap saat dikunjungi wisatawan dengan kendaraan umum, bis kota , becak, maupun andong. Koleksi Museum Dewantara Kirti Griya berupa kumpulan surat - surat Ki Hajar Dewantara yang berjumlah 876 pucuk, perlengkapan rumah tangga, dokumentasi, foto - foto dan satu unit film dengan judul Ki Hajar Dewantara Pahlawan Nasional. Berkat kemajuan tehnologi film dapat disajikan kepada para pengunjung sehingga suara Ki Hajar Dewantara yang sedang berdialog dapat dinikmati dalam ruangan khusus.

Dieng Plateau

Negeri yang dijuluki "Negeri Dewa" itu menyimpan sejuta keindahan lengkap dengan legendanya. Kalau Bumi Parahyangan memiliki Kawah Tangkuban Perahu, maka Dieng memiliki Kawah Sikidang. Keindahan dijamin tak kalah dengan kawah milik Sangkuriang tersebut.Keunikan obyek wisata Dieng, bukan hanya kesejukan alam, tetapi ada candi-candi kecil yang berusia belasan abad serta telaga dan kawah yang memiliki nilai magis dan ilmiah tersendiri. Itu akan sangat menarik minat para turis, ilmuwan dan penulis, untuk berwisata ke sana.


Dirgantara Mandala

Museum terletak di kompleks Lanuma Adisucipto. Di dalam Museum ini terdapat foto tokoh AURI, panji-panji/pataka kapal terbang yang digunakan Angkatan Udara Indonesia dari tahun 1945 sampai sekarang, dan benda-benda sejarah yang ada hubungannya dengan perjuangan AURI. Untuk berkunjung ke Museum ini, pada saat kedatangannya pimpinan rombongan/pengunjung perlu lapor di pos perjagaan. Museum ini dibuka tiap hari : Senin s/d Kamis jam 08.00 - 13.30, Jum'at jam 08.00 s/d 11.00 dan hari Sabtu jam 08.00 s/d 12.00.


Vredeburg

Dipusat kota, didepan Gedung Agung (bekas istana Presiden RI di jaman Yogyakarta menjadi ibukota Negara tahun 1946),dibelakang Monumen Serangan Umum 1 Maret terletak sebuah benteng kuno, Vredeburg. Benteng ini sengaja didirikan oleh penjajah Belanda untuk mengamankan pemerintahannya dengan seorang Gubernur Hindia Belanda yang bertempat tinggal di Gedung Gubernuran (Gedung Agung sekarang).


Glagah

Pantai Glagah yang terletak 40 km dari kota Yogyakarta termasuk wilayah Kabupaten Kulonprogo . Di kawasan pantai ini telah dibangun berbagai sarana dan fasilitas antara lain kolam pemancingan, taman rekreasi, camping ground dan gardu pandang.Bagi pengunjung yang mempunyai hoby olah raga dayung bisa menyalurkan bakatnya /hobynya di pantai ini dengan menggunakan perahu Kano.


Universitas Gajah Mada

Salah satu kampus terbesar dan tertua di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1949 dan memiliki fasilitas terlengkap hingga saat ini.


Gedung Agung

Istana Yogyakarta yang dikenal dengan nama Gedung Agung terletak di pusat keramaian kota, tepatnya di ujung selatan Jalan Akhmad Yani dahulu dikenal Jalan Malioboro, jantung ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan istana terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kotamadya Yogyakarta, dan berada pada ketinggian 120 meter dari permukaan laut. Kompleks istana ini menempati lahan seluas 43,585 m2.


Gembira Loka

Gembira Loka is relatively a small zoo located on the bank of river Gajah Wong, 3 km east of main Post Office. It has interesting collection of animals, local and foreign. In the compound, there are recreational facilities such as a pond for boating and a children's playground. During school holidays, gamelan and musical entertainment are performed in the grounds.


Imogiri

Sebenarnya Makam Hastanegara, dan merupakan makam yang lebih muda usianya dibandingkan dengan makam kotagede. Di Makam Imogiri ini, dimakamkan Raja-raja yang memerintah Kerajaan Mataram sepeninggalan Panembahan Senopati, terutama Putra Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Makam ini dibangun diatas bukit, dan untuk mencapainya kita harus mendaki tangga dari batu berundak sebanyak 345 buah hingga tiba disuatu persimpangan jalan. Ziarah ke Makam Imogiri dapat dilakukan setiap hari Senin antara pukul 10.00 hingga 13.00 atau haru minggu antara pukul 13.30 hingga 16.30 WIB

Jagadnata

Pura Hindu (pura),pura terbesar di Yogyakarta.terletak di Jl Sorowajan

Jalan Malioboro

Merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Jogja. Keramaian dan semaraknya Malioboro tidak terlepas dari banyaknya pedagang kaki lima yang berjajar sepanjang jalan Malioboro menjajakan dagangannya, hampir semuanya yang ditawarkan adalah barang/benda khas Jogja sebagai souvenir/oleh-oleh bagi para wisatawan. Mereka berdagang kerajinan rakyat khas Jogjakarta, antara lain kerajinan ayaman rotan, kulit, batik, perak, bambu dan lainnya, dalam bentuk pakaian batik, tas kulit, sepatu kulit, hiasan rotan, wayang kulit, gantungan kunci bambu, sendok/garpu perak, blangkon batik [semacan topi khas Jogja/Jawa], kaos dengan berbagai model/tulisan dan masih banyak yang lainnya. Para pedagang kaki lima ini ada yang menggelar dagangannya diatas meja, gerobak adapula yang hanya menggelar plastik di lantai. Sehingga saat pengunjung Malioboro cukup ramai saja antar pengunjung akan saling berdesakan karena sempitnya jalan bagi para pejalan kaki karena cukup padat dan banyaknya pedagang di sisi kanan dan kiri.


Museum Sasmitaloka

Untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan dalam memerdekakan dan mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan maka perlu sekali kalau kita berkunjung ke Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman yang di Jalan Bintaran No. 3 Yogyakarta. Dari dalam gedung Sasmitaloka inilah pengunjung diajak menyaksikan sebagian dari sejarah perjuangan panjang bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya, diantaranya melalui perang terbuka maupun dengan gerilya yang dilakukan oleh putera-puteri terbaik di negeri ini dan salah satunya dipimpin oleh Kolonel Sudirman Komandan Divisi V Purwokerto saat itu.


Kalasan Temple

Terletak hanya 50 meter di tepi sebelah Selatan dari Jalan Raya Yogya-Solo ,Kilometer 14 dan lebih kurang 600 meter di sebelah Barat Daya Candi Sari. Candi Kalasan merupakan peninggalan Budha yang tertua di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang dibangun pada Tahun 778 Masehi sebagai persembahan kepada Dewi Tara Candi Kalasan ini bercorak Budha namun pendirinya adalah Rakai Panangkaran dari Wanca Sanjaya yang menganut agama Hindu, atas bujukan Guru-Gurunya dari Wanca Syailendra yang menganut Agama Budha . Candi Kalasan juga terkenal sebagai candi yang Indah Hiasannya dan sangat halus pahatan batunya. Selain itu ornamen dan relief pada dinding luarnya dilapisi sejenis semen kuno yang disebut Vajralepa


Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat

Merupakan sumber pancaran seni budaya Jawa yang dapat di saksikan melalui keindahan arsitektur dengan ornamen-ornamennya yang sangat mempesona. Setiap hari, Kraton terbuka kunjungan wisatawan mulai pukul 7.30 hingga pukul 13.00, kecuali pada hari Juma't Kraton hanya buka sampai dengan pukul 12.00 WIB.


Desa Kasongan

Terletak di Barat daya Yogyakarta. Terkenal sebagai desa pengrajin tembikar.


Kepatihan Danurejan

Dulunya adalah rumah tinggal bagi Patih. Patih di kerajaan Yogyakarta selalu mendapat gelar DANUREJO. Sehingga tempat tinggal para patih disebut Danurejan.


Kota Gede Kotagede atau Kota Gede

Kadang-kadang disebut sebagai Kota Ibukota Lama, karena dulu tempat ini merupakan ibukota Kerajaan Islam Mataram yang pertama. Sebelumnya, tempat ini hanyalah hutan yang disebut Alas Mentaok, yang diberikan kepada Panembahan Senopati oleh Sultan Pajang, raja Kerajaan Hindu di Jawa Timur, karena Senopati telah membantu menyelamatkan Pajang. Pada tahun 1575, Panembahan Senopati, yang menjadi raja Mataram Islam yang pertama, membangun kawasan ini dan menetapkannya sebagai kota ibukota.


Kota Gede Makam Raja

Di setiap daerah pastilah mudah ditemukan makam, demikian pula di Yogya. Bahkan di Yogya, selain mudah ditemukan makam umum, dikenal pula makam raja-raja Mataram, yang dikenal dengan nama Imogiri. Selain di Imogiri, ada pula makam Kotagede. Di makam ini pendiri Mataram, Panembahan Senapati di makamkan.


Kiskendo

Taman wisata ini terletak 35 kilometer di sebelah Barat kota Yogyakarta, di peghunungan Menboreh. Taman Wisata ini terdiri dari Goa Kiskendo, Goa Sumitro dan Watu Blencong . Merupakan goa alam di pegunungan Menoreh yang terletak 1200 m di atas permukaan laut yang berhawa sejuk, dari bentuk serta keadaannya sangat serupa dengan apa yang yang tersirat dalam legenda dalam legenda Istana Goa Kiskendo (yang merupakan fragmen dari cerita Ramayana ), tempat tinggal Raksasa Mahesasura yang berkepala kerbau dan Lembusura yang berkepala sapi.Dalam kisah pewayangan, di tempat ini terjadi pertempuran antara Subali Sugriwa dengan Mahesasura dan patih Lembusura yang menghuni goa ini.Di samping itu keadaan-keadaan geologis dari goa-goa yang ada di daerah berbatu kapur,Di dalam goa Kiskendo ini terdapat banyak stalaktit dan stalagmit yang aneh namun indah bentuknya.Di dalam goa ini mengalir sungai di bawah tanah yang dalam cerita pewayangan, dan dalam pertempuran antara Subali ; Sugriwa dan Mahesasura ; Lembusura, mengalirkan air berwarna merah dan putih.


Krakal

Meskipun masih satu mata rantai dari kunjungan ke Pantai Baron dan Pantai Kukup, nuansa perjalanan menuju lokasi Pantai Krakal sedikit berbeda. Bahkan boleh dikatakan, Pantai Krakal memberikan gambaran seutuhnya tentang panorama pantai. Disepanjang perjalanan menuju lokasi pantai ini, terlihat keindahan pemandangan bukit-bukit kapur diselingi dengan teras-teras batu karang. Paduan bebatuan seperti ini dikenal dengan nama daerah karst, yakni bekas dasar laut yang mengalami proses pengangkatan kerak bumi sehingga menjulang ke atas membentuk sebuah dataran tinggi. Batu-batu karang ini dulunya adalah bekas sarang/rumah binatang karang yang hidup pada saat itu. Pantai Krakal relatif landai. Hal ini memungkinkan sinar mentari menghidupkan cakrawala perpantaian, dan angin laut berhembus dengan sejuk. Pasir putih terhampar cukup panjang di tepian pantai, yakni sekitar 5 km, seolah selalu putih bersih dibasuk oleh deburan ombak yang cukup besar.


Gua Langse

Terletak di kaki tebing Parangtritis merupakan tempat tetirah yang terkenal, meskipun di sekitarnya juga banyak kawasan serupa, seperti Gua Tapan, Sendang Beji, maupun Gua Siluman. Dalam buku-buku tulisannya, Dr. Hermanus Johannes de Graaf, ilmuwan Belanda yang mengkhususkan diri dalam pengkajian tanah Jawa, menyebut Gua Langse sebagai Gua Kanjeng Ratu Kidul. Oleh sebab itu, gua ini merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh reraja Mataram. Di gua ini konon pernah bersemedi pula Syekh Siti Jenar maupun Sunan Kalijaga. Dari pantai Parangtritis untuk menuju Gua Langse masih harus berjalan sekitar 3 km ke arah timur. Jangan kaget atau merasa ngeri ketika Anda sudah berada di bibir tebing. Dengan ketinggian tebing 400 m dan nyaris tegak lurus, perjalanan menuju Gua Langse menjadi tantangan tersendiri. Jalan menuju ke kaki tebing tempat Gua Langse berada berupa campuran antara tangga (ada 4 buah pada tempat yang terpisah), akar, dan tonjolan bebatuan. Sesampainya di gua, pengunjung bisa mandi di salah satu bilik. Air yang dipakai mandi berasal dari mata air yang keluar dari dalam gua. Airnya yang dingin dan tawar serta mengandung kadar kapur tinggi bisa menghilangkan kelelahan akibat perjalanan menuju gua. Selesai mandi, barulah pengunjung dipersilakan untuk bersemedi. Kesunyian di dalam gua sangat membantu untuk memusatkan pikiran. Suara yang terdengar hanyalah debur ombak pantai selatan.


Masjid Agung

Terletak di sebelah Barat Alun-alun Utara Yogyakarta yang hingga kini masihdipergunakan untuk tempat beribadah sehari-hari bagi umat Islam. Di hari-hari besar Islam ,masjid ini dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan upacara-upacara resmi keagamaan Islam dari Kraton Yogyakarta.Masjid Agung Yogyakarta memiliki gaya bangunan jawa yang spesifik, utamanya dalam bentuk atapnya yang disamping unik juga indah menyerupai masjid Agung Kadilangu yang dibangun oleh Sunan Kalijaga (salah seorang wali sango di kota antik Demak)Di sayap Timur bagian depan dari Istana ini dipergunakan sebagai Museum Puro Pakualaman dengan mempergunakan 4 buah ruangan, yang dapat dikunjungi masyarakat setiap hari Senin dan Kamis antara pukul 11.00 hingga 13.00. Dalam Museum ini tersimpan benda-benda bersejarah yang memiliki nilai Budaya tinggi, dan merupakan tinggalan masa silam dari keluarga Paku Alam.


Masjid Syuhada

Salah satu Masjid besar di Jogjakarta yang bersejarah. Terletak di Kotabaru - Jogjakarta.


Candi Mendut

Candi yang terletak kurang lebih 3 km sebelum candi borobudur dari arah jogyakarta, candi ini memiliki atap yang berbentuk limas dan didalamnya terdapat patung budha yag diapit oleh dua arca.


Monument 1 Maret

Terletak di sebelah selatang benteng Vredeburg berdiri dengan tegar, mengingatkan kita pada peristiwa nasional yang tersebar dalam sejarah berdirinya RI. Peristiwa ini pada tanggal 1 Maret 1949, tatkala Letnan Kolonel Soeharto (sekarang Presiden RI) memimpin Serangan Umum ke kota Yogyakarta yang saat itu berada dalam penguasaan bala tentara penjajah Belanda. Serangan itu berhasil dengan gemilang dan Tentara Nasional Indonesia telah berhasil menguasai kota Yogya selama 6 jam yang membawa hasil penyerahan Kedaulatan Rakyat dari pihak pemerintah Belanda kepada RI.


Museum Sasono Wiratama

Museum ini sering disebut sebagai munumen Diponegoro karena merupakan bekas rumah kediaman Pangeran Diponegoro seorang bangsawan Kraton Yogyakarta yang terkenal sebagai patriot dalam melawan penjajah Belanda antara tahun 1825-1830. Kini di dalam bangunan-bangunan ini yang telah dipugar, tersimpan berbagai peninggalan yang berupa peralatan perang dan peralatan lain yang pernah dipergunakan beliau dan para pengikutnya yang setia. Museum ini terletak di daerah Tegalrejo, lebih kurang 4 Km dari pusat kota Yogyakarta. Museum Sasana Wiratama terbuka untuk kunjungan masyarakat umum, setiap hari kerja antara senin sampai sabtu pukul 08.00 – 13.00.


Museum Perjuangan

Museum berdiri atas inisiatif panitia peringatan :Setengah abad Kebangkitan Nasional Propinsi DIY" pada Tahun 1958 yang dimaksudkan untuk mengenang sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Sri Paku Alam VIII , pada tgl 17 Agustus 1959 dan Pembanguynan itu selesai paDA TGL 29 jUNI 1961 dengan peletakan batu terakhir, peresmian sekaligus pembukaan Museum oleh Sri Paku Alam VIII . Mula-mula Museum dikelola oleh Panitia " Setengah Abad Kebangkitan Nasional DIY " ( 1961-1963 ) .Selanjutnya pada Tahun 1963 sampai dengan 1969 Panitia mengalami kesulitan dalam mencari dana sehingga Museum tidak dibuka oleh Umum. Pada Tahun 1970 -1974 Museum masih ditutup dan berada dibawah Pemda Propinsi DIY c.q. Inspeksi Kebudayaan Dinas P &K Propinsi DIY . Pada Tahun 1974-1980 Museum masih ditutup,namun pengelolaan Museum dilimpahkan ke Kanwil Depdikbud Propinsi DIY . Dan ,baru pada Tahun 1980-1997 Museum itu disatukan dengan Museum Negeri Sonobudoyo, dan dibuka untuk umum. Pada tgl 5 September 1997 Museum Perjuangan disatukan dengan Museum yang seaspek ( Museum Sejarah ) yaitu Museum Benteng Yogyakarta dan menjadi Museum Benteng Yogyakarta Unit II


Museum (Gallery) Affandi

Terletak di sisi sebelah Utara dari jalan Solo No. 167, tepatnya di lereng sebelah Barat jembatan sungai Gajahwong, kompleks museum yang menepati tahah seluas 3500 m2 terdiri dari bangunan museum dan bangunan rumah yang dahulu merupakan rumah tinggal pelukis Affandi beserta keluarganya. Affandi telah banyak menerima penghargaan dari negara-negara di Asia dan Eropa, disamping gelar Doctor Honoris Causa yang diterimanya dari Universitas Singapore. Koleksi lukisan Affandi yang tersimpan di museum berjumlah 300 buah yang secara berkala dipamerkan di museumnya.


Merapi

Gunung Merapi mempunyai ketinggian 2968 m dari permukaan laut dan terletak lebih kurang 25 km dari Yogyakarta. Gunung Merapi terbentuk pertama kali sekitar 60.000-80.000 tahun yang lalu. Namun sejarah aktivitasnya baru mulai diamati dan ditulis sebagai dokumen sejak tahun 1791. Puncak Merpai menjajikan daya pikat untuk menikmati keindahan matahari terbit pada pagi hari dengan pemandangan alami dari jajaran Gunung Ungaran, Telomoyo dan Merbabu. Gung Merapi dan sekitarnya menawarkan wisata gunung api seperti udara yang sejuk, lintas alam, keindahan kubah lava yang masih aktif.


Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I. Pasar ini terletak di sebelah utara kompleks keraton. Nama Pasar Beringharjo diambilkan dari nama hutan Beringan, yakni hutan yang merupakan cikal bakal kota Yogyakarta. Di dalam hutan tersebut terdapat pedukuhan yang bernama Pacetokan yang merupakan tempat berdirinya Keraton Yogyakarta sekarang


Pantai Parangkusumo

Menurut legenda, tempat ini merupakan medan pertemuan para raja Kerajaan Yogyakarta dengan Nyai Roro Kidul. Tempat pertemuan tersebut tepatnya terletak di sebuah batuan intrusi pada hamparan pasir perpantaian. Sehubungan dengan legenda tersebut, pantai ini dikenal amat sakral.


Parangtritis.

Pantai Parangtritis terletak sekitar 27 km di sebelah selatan kota Yogyakarta. Lokasinya mudah dijangkau dengan berbagai alat transportasi. Disamping itu, di kawasan ini cukup banyak tersedia fasilitas penginapan dan rumah makan, kolam renang, pemandian dan bumi perkemahan. Untuk mencapai lokasi wisata ini, terdapat dua jalur yang dapat digunakan. Jalur pertama relatif lebih pendek, takni 27 km dari Yogyakarta, Kraton Yogyakarta-Desa Kretek-Pantai Parangtritis. Apabila perjalanan dilakukan pada pagi dan sore hari, pada rute ini akan selalu ditemui ‘pasukan sepeda’ para buruh yang memberikan sebuah gambaran kerukunan dan kedamaian di antara mereka. Jallur kedua, meski berjarak tempuh 37 km, melewati rute jalan pemandangan pegunungan yang menarik. Rute jalur ini adalah : Terminal Umbulharjo-Daerah Imogiri-Desa Siluk-Pantai Parangtritis.


Pawon

Bangunan suci budha yang disebut dalam prasasti karang tengah 824 m didukung letaknya yang segaris dengan candi mendut dan candi borobudur.terletak di desa brajanalan kec. borobudur.


Plaosan (Candi Budha)

Candi Plaosan terletak kira-kira 1 km ke arah timur dari candi Sewu. Candi Budha ini terdiri atas dua candi utama yang terletak berdampingan, masing-masing mempunyai landasan dasar sendiri. Relief ukiran yang terletak di bagian selatan candi menggambarkan tentang laki-laki dan candi yang lain menggambarkan tentang wanita. Keistimewaan lain dari candi ini adalah candi Perwata yang meniru bentuk stupa.


Prambanan Candi

Prambanan terletak kurang lebih 17 kilometer ke arah Yogya Solo (perempatan Janti ke Timur). Tiap orang pasti akan melihat candi ini karena letaknya yang hanya 100 meter dari jalan utama. Di waktu malam Candi ini akan lebih indah karena diSorot oleh sinar lampu berkekuatan tinggi.Candi Hindu yang tingginya 47 meter ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya di abad 9.Candi ini terdiri atas 3 kompleks. Candi utama terletak di bagian dalam kompleks dan dikelilingi oleh candi-candi kecil yang disebut candi PERWARA. Beberapa dari candi-candi ini merupakan kontribusi dari pemimpin daerah sebagai upeti kepada Raja.


Puro Pakualaman (1813)

Berlokasi di Jln Sultan. Merupakan kerajaan kecil di dalam wilayah Kerajaan Ngayogyokarto Hadiningrat.


Ratu Boko (Candi Hindu)

Situs Ratu Boko berada di atas bukit pada ketinggian 195,97 meter dpl dengan luas sekitar 250.000 meter persegi. Dari sini Anda seperti melihat lukisan naturalis yang indah; Gunung Merapi yang selalu mengeluarkan asap membelakangi kemegahan Candi Prambanan dan Candi Sewu. Pemandangan alam yang indah juga tampak begitu Anda mengeserkan kepala ke arah selatan. Panorama perbukitan penuh dengan warna bangunan candi; Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ijo, dan sebagainya. Benar-benar seperti lukisan!


Samas Pantai

Samas ini dikenal memiliki ombak yang besar dan terdapat delta-delta sungai dan danau air tawar yang membentuk telaga. Telaga-telaga tersebut digunakan untuk pengembangan perikanan, penyu, dan udang galah serta berbagai lokasi pemancingan. Disebelah Barat terdapat Pantai Patehan dengan panorama yang indah Lokasi : di Desa Srigading, Kec. Sanden kurang lebih 24 Km dari yogyakarta ke arah Selatan. Atraksi/Event Wisata : Upacara Kirab Tumuruning Maheso Suro, Labuhan Sedekah Laut, Pentas Seni Budaya ( liburan dan lebaran ).Fasilitas Terminal. Tempat Parkir, MCK, Penginapan, Rumah Makan, SAR, Jaringan Listrik, Mushola dan Sarana Transportasi.


Sari

Candi Budha ini terletak sekitar 600 meter kearah timur laut dari candi Kalasan, di sisi sebelah utara dari jalan utama antara Yogyakarta dan Solo. Candi yang kecil dan indah ini terdiri atas dua lantai. Lantai atas dulunya digunakan untuk menyimpan barang-barang untuk kepentingan keagamaan. Candi ini dulunya juga merupakan Vihara, tempat dimana biksu beribadah, bermeditasi, dan mengajar para pengikutnya. Tembok candi ini juga dilapisi oleh Vajralepa.


Sambisari

Candi ini terletak sekitar 12 km ke arah timur dari kota Yogyakarta di sebelah utara dari jalan utama antara Yogyakarta dan Solo. Candi Sambisari adalah candi yang sangat unik, candi ini terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah. Candi ini dibangun pada abad ke-10. Karena letusan Gunung Merapi di tahun 1006, daerah di sekitar ini tertutup oleh bahan-bahan yang berasal dari gunung berapi.


Gua Selarong

Kawasan objek wisata ini memiliki pemandangan alam yang indah serta cocok untuk digunakan sebagai Bumi Perkemahan (Camping Ground). Di masa lampau gua ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro dalam perjuangannya melawan penjajahan Belanda pada tahun 1825–1830.Pangeran Diponegoro pindah ke Gua Selarong setelah rumahnya di Tegalrejo diserang dan dibakar habis oleh Belanda.Gua Selarong berlokasi sekitar 14 km arah utara Yogyakarta tepatnya di kecamatan Pajangan dan berada di puncak bukit yang ditumbuhi banyak pohon jambu biji yang merupakan khas dari objek tersebut.


Candi Sewu

Candi Sewu terletak hanya beberapa ratus meter ke arah timur laut dari Candi Prambanan. dengan lingkungan yang sejuk Anda dapat menikmati Candi Budha yang besar dan luas. meliputi beberapa candi kecil, seperti: candi Lumbung, candi Asu, candi Bubrah, dan candi Lor Kulon.


Sendangsono

Merupakan tempat ziarah bagi pemeluk agama Roma Katholik, tempat ini dibangun menyerupai Loudes di Perancis, dimana pada masa yang silam, Bunda Maria, ibunda Nabi Isa Al Masih telah menampakkan diri dihadapan seorang gadis Santa Bernadeta, dan melakukan berbagai mukjijat kepada masyarakat setempat. Nama Sendangsono diambil dari istilah "sendang" yang berarti mata air dan "sono", merupakan nama suatu jenis pohon. Sedangkan sendangsono berarti mata air di bawah pohon sono. Pada bulan Mei dan Oktober, tempat ini ramai sekali dipenuhi peziarah dari seluruh Indonesia.

Seni Sono

Art Center Di Yogya ada satu gedung kesenian yang dikenal dengan nama Seni Sono. Gedung ini terletak di jatung kota Yogyakarta. Bersebelahan dengan Istana Negara "Gedung Agung". Begitu strategisnya Seni Sono sehingga ada banyak aktivitas kesenian dan kebudayaan dilakukan di tempat ini. Apalagi tahun 1970-an sampai akhir 1980-an tidak banyak gedung kesenian, sehingga Seni Sono menjadi pilihan utama. Di gedung Seni Sono rupa-rupa kegiatan kesenian dan kebudayaan dilakukan. Ada pentas teater, pameran lukisan, diskusi, bazaar dan seterusnya. Pendeknya, Seni Sono yang berada di jalur kawasan Malioboro sangat strategis untuk menghadirkan publik.


Taman Sari

Terletak lebih kurang 400 meter dari Komplek Kraton Yogyakarta atau lebih kurang 10 menit berjalan kaki dari halaman dalam belakang Kraton yang disebut Kemandungan Kidul atau halaman Magangan.Taman Sari berarti taman yang indah, pada zaman dahulu merupakan tempat rekreasi Sri Sultan beserta kerabat Istana.


Telogo Muncar

Air terjun di kawasan Tlogo Putri - Kaliurang. Di lereng Gunung Merapi


Tugu Yogya

Merupakan salah satu bangunan peninggalan Sultan Hamengku Buwana I. Pembangunan Tugu tersebut dilakukan untuk memperingati rasa kebersamaan raja (pada waktu itu Pangeran Mangkubumui) dengan rakyat yang bersatu padu melawan Belanda sehingga Pangeran Mangkubumi mendapatkan tanah Mataram. Tugu tersebut dibangun setahun setelah Perjanjian Gianti. Ketinggian Tugu pada waktu dibangun pertama kali adalah 25 meter.


Monumen Yogya Kembali

Didirikan untuk mengenang peristiwa bersejarah yaitu bebasnya Yogyakarta dari Pendudukan Belanda tahun 1949. Monumen ini terletak di Sariharjo, Ngaglik Sleman kira-kira 7 km dari Tugu Yogyakarta. Monumen ini berbentuk kerucut menpunyai gunung dan terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar punya pintu lurus dari barat ke timur sesuai dengan rotasi bumi. Pada lantai ini terdapat bermacam-macam display dan cerita lengkap mengenai peristiwa menjelang "Yogya Kembali". Lantai kedua punya pintu lurus dari utara ke selatan, terjalin dengan garis fisalfat bangunan kraton Yogyakarta. Lantai ini berisi cerita-cerita perjuangan yang dimulai dari saat Yogyakarta menjadi ibukota RI sampai peristiwa Yogya kembali. Lantai ketiga berada pada bagian paling atas, pada lantai ini tidak memiliki pintu para pengunjung bisa masuk ke ruangan ini melalui bagian bawah. Lantai ini punya satu ruang yang disebut "Gerba Graha" yang berarti ruang bersemedi

Rabu, 07 Desember 2011

PANTAI PARANGTRITIS

PANTAI PARANGTRITIS

Parangtritis, adalah sebuah tempat pariwisata berupa pantai pesisir Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta.Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup Krakal dan Pantai Glagah.
Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung - gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut.
 lokasi lain adalah pantai parang kusumo dimana di pantai tersebut terdapat tempat konon untuk pertemuan antara raja jogjakarta dengan ratu laut selatan. Pada hari-hari tertentu (biasa bulan suro) di sini dilakukan persembahan sesajian (Labuhan) bagi Ratu Laut Selatan atau dalam bahasa Jawa disebut Nyai Rara Kidul. Penduduk setempat percaya bahwa seseorang dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau muda jika berada di pantai ini. Pantai Parangtritis menjadi tempat kunjungan utama wisatawan terutama pada malam tahun baru Jawa (1 muharram/Suro). Di Parangtritis ada juga kereta kuda atau kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat