Rabu, 25 Januari 2012

Blitar


Percandian Majapahit

di Gandusari

Blitar
Ekspedisi kali ini cukup berat dan melelahkan. Bukan terjalnya medan ataupun jauhnya jarak yang memberatkan ekspedisi kami, melainkan kerelaan kami untuk melakukan ekspedisi ini dengan berdua saja. Kondisi ini terjadi karena para travellers tengah menempuh pendidikan di kota-kota yang berbeda, sehingga sulit untuk berkumpul.
Lokasi yang kami tuju kali ini adalah Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Kecamatan yang terletak di timur laut Kodya Blitar ini memang terkenal dengan keindahan panorama alamnya, seperti panorama alam sirah kencong dan cuban wilis yang begitu memukau. Namun jika mau menelusurinya dengan lebih dtail, sebenarnya Kecamatan Gandusari memiliki peninggalan-peninggalan sejarah yang patut untuk dikenal dan dilestarikan. Berikut ini peninggalan-peninggalan yang telah kami telusuri:




Candi kotes terletak di Desa Sukosewu. Candi ini tediri dari sebuah candi induk dan sebuah altar persembahan. Arsitektur candi ini cukup unik, jika di perhatikan dengan seksama bentuk candi ini tidak simetris.
Selain bangunan utama, di kawasan Candi Kotes juga terdapat beberapa arca, batuan penyusun candi, lingga, dan yoni. Sayang sekali kondisi arca-arca di kawasan Candi Kotes telah rusak. Umumnya tinggal tersisa bagian kaki arca.
Kami sempat berjumpa dengan juru kunci candi kotes sehingga kami dapat mencari informasi lebih dtail tentang candi ini. Menurut beliau candi ini adalah peninggalan Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raden Wijaya, dari beliau pula kami mendapat informasi tentang Situs Sukosewu yang terletak tidak jauh dari candi ini. Setelah memperoleh informasi yang cukup kami pun melanjutkan perjalanan

Makam Bung Karno


Siapa yang tidak mengenal Bung Karno, Sang Proklamator RI atau dikenal juga dengan Putra Sang Fajar. Semangat Bug Karno dalam memproklamirkan kemerdekaan RI patut diberikan penghargaan yang tinggi. Berharap, dengan berziarah ke Makam Bung Karno setidaknya kita bisa meniru semangat beliau dalam kehidupan masa kini.
Sebelum ke Makam Bung karno, kami menuju Paseban Anjungan untuk sekedar bersantai. Di belakang Paseban Anjungan terdapat pusat infromasi tentang potensi wisata dan perdagangan Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk ada disini. Sehingga untuk mendapatkan informasi, wisatawan bisa menghubungi pemandu wisata atau bertanya dengan para petugas yang ada.

Perjalanan ke Makam Bung Karno kami lanjutkan dengan berjalan kaki. Walaupun siang itu cuaca cukup panas, sedikit terhibur dengan pernak-pernik souvenir yang dijual disepanjang jalan. Dari mulai kerajinan kayu, batu marmer, anyaman bambu dan lain-lain tersedia semua disini. Tinggal menyesuaikan kondisi kantong yang ada, anda akan puas untuk membawa souvenir pulang ke rumah.
Makam ini terletak di Kelurahan Bendongerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Tempat megah ini berada di Jalan Slamet Riyadi, sekitar empat kilometer dari kota Blitar. Diresmikan Presiden RI Megawati Soekarno Putri pada tanggal 3 Juli 2004. Bertujuan supaya ide, gagasan, konsep dan pemikiran Bung Karno yang merupakan kekayaan intelektual dan menjadi aset negara yang disejajarkan dengan pemikiran ahli dan ideologi yang berkembang di dunia bisa dipahami segala lapisan masyarakat untuk melanjutkan perjuangan bangsa dalam mewujudkan cita-citanya di masa mendatang.
Melihat gerbangnya yang kokoh, sudah bisa memberikan gambaran bahwa telah dimakamkan seorang tokoh besar di Republik ini. Suasana di sekitar Pusara sang Proklamator tidak terlalu ramai, terlihat beberapa orang yang berdoa di depan Pusara Bung Karno. Tak lupa kami pun mendoakan supaya arwah beliau diberikan tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.
Obyek wisata “Religi” yang bernuansa kebangsaan yang ada di Kota Blitar, sekaligus sebagai obyek wsiata andalan dari sekian banyak daya tarik wisata di Kota Blitar, sehingga tidak heran apabila Makam Bung Karno selalu dijadikan tujuan utama bagi para turis yang datang di Blitar. Hal ini senada dengan semboyan kota ini “Kridho Hangudi Jaya “ ( Bekerja Keras Untuk Mencapai Kejayaan ) dan motto “ Blitar Kota Patria “ yang merupakan kepanjangan dari Blitar Kota Pembela Tanah Air yang Tertib, Rapi, Indah dan Aman
Menyebut tempat wisata di Kota Blitar di Jawa Timur, barangkali yang tercetus pertama kali adalah makam Proklamator Republik Indonesia, Soekarno. Bila Gunung Kelud meletus, Kota Blitar dipastikan terkena dampaknya. Karena itu, ayo berwisata ziarah ke Blitar.
Seperti Guruh Soekarnoputra yang suatu ketika tampak hikmat berdoa di atas pusara sang ayah tercinta. Dua tangannya terbuka menghadap langit. Di sampingnya, Direktur Pendidikan Kesetaraan Depdiknas, Ella Yulaelawati, Ph.D juga tampak khusuk mengucap doa. Guruh tentunya memang tidak sedang berwisata ziarah, karena itu makam bapak kandungnya. Dia murni sedang berziarah. Namun bagi masyarakat umum, makam Bung Karno ini, boleh disambangi.
Makam sang Putra Fajar, Soekarno terletak di kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan Kota Blitar, Jawa Timur. Makam Bung Karno, didampingi pada kiri kanan oleh Makam Ayahanda “R. Soekeni Sosrodihardjo” dan Makam Ibunda “Ida Aju Njoman Rai”.Memasuki Makam ini dimulai dari sebuah gapura Agung yang menghadap ke selatan. Bangunan utama disebut dengan Cungkup Makam Bung Karno. Cungkup Makam Bung Karno berbentuk bangunan Joglo, yakni bentuk seni bangunan jawa yang sudah dikenal sejak dahulu. Cungkup Makam Bung Karno diberi nama Astono Mulyo. Diatas Makam diletakkan sebuah batu pualam hitam bertuliskan :Disini dimakamkan Bung Karno Proklamator Kemerdekaan Dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
“Saya sangat bersyukur karena seluruh jejak langkah bapak Bangsa terekam di sini. Begitu masuk dan melangkah ke dalam halaman kompeks makam dan perpustakaan seolah kesadaran kita dibuka untuk terus mencintai bangsa ini sampak hayat di kandung badan. Semangat patriotisme dan nasionalisme kita benar-benar tergugah. Apalagi melihat bendera pusaka asli hasil jahitan tangan ibu fatmawati,” ujar Ella.
Selain makam dalam kompleks Museum Bung Karno juga terdapat perpustakaan bertaraf internasional yang terletak disebelah selatan menyatu dengan kompleks Makam Bung karno yaitu di Jalan Kalasan no. 1 Blitar. Perpustakaan Proklamator BK dikelola oleh Perpustakaan Nasional RI melalui UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno (PPBK) di Kota Blitar. Di samping bangunan Perpustakaan, PPBK ini diisi dengan 2 karya seni, yang berupa Patung Bung Karno yang terletak di tengah gedung A lantai 1, serta dinding relief berisi perjalanan hidup Bung Karno yang membentang di pinggir kolam dari arah perpustakaan ke arah makam.
Relief itu akan bercerita tentang Bung Karno di masa muda, di masa perjuangan, serta di masa tuanya. Kehadiran Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Kota Blitar merupakan ikon yang strategis, selain menambah sumberdaya yang ada di Kota Blitar juga strategis dalam rangkaian mewujudkan nation and character building Indonesia. Fungsi Perpustakaan Proklamator Bung Karno sebagai pusat studi nantinya akan memberikan sumbangan pada pembangunan manusia Indonesia, dengan kontribusi berupa “wisdom of the past” yang digali dari gagasan Bung Karno, dari hasil kajian pada umumnya. Tokoh yang lahir pada 6 Juni 1901 di Gang Pandean Surabaya bagaimana perjuangannya melahirkan bangsa bernama Indonesia dapat direkam di dua objek wisata itu.
Seluruh areal kompleks dan bangunan megah itu berdiri di atas lahan 1,8 hektare, berada di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan, dan berada satu kompleks dengan makam Bung Karno itu, difungsikan sebagai perpustakaan sekaligus mini museum. Kehadiran sarana penunjang ini tentu melengkapi ”keterbukaan” makam presiden pertama RI itu, yang sekarang benar-benar terbuka untuk umum. Artinya, setiap orang yang berziarah ke makam Bung Karno bisa langsung mendekat ke pusara. Kalau toh ada pembatas, bentuknya cuma pagar kayu setinggi lutut yang dipasang secara keliling, berjarak 2,5 meter dari pusara. Pada jam-jam sepi pengunjung, para peziarah diizinkan untuk memasuki pagar ini.
Hal itu sangat berbeda dari empat tahun lalu, yaitu bangunan makam yang berbentuk joglo berukuran besar tersebut tertutup rapat oleh dinding kaca.
Peziarah hanya bisa melihat batu nisan dari luar kaca penyekat. Menurut staf Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Budi Kustowo SE, perubahan tata ruang bangunan di makam itu terjadi pada 2001.
Saat negeri ini dipimpin oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati sebagai wapresnya, dinding kaca yang membalut bangunan makam itu dibongkar total. Kini pusara Bung Karno yang diapit oleh makam kedua orangtuanya, R Sukemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai, benar-benar terbuka untuk umum. Artinya, setiap peziarah yang datang ke joglo makam tersebut bisa langsung menyentuh batu nisan.

Sedangkan perpustakaan yang makin menambah megah kompleks makam ini berdiri setahun lalu, tepatnya diresmikan oleh Presiden Megawati (saat itu) pada tanggal 3 Juli 2004. Bangunannya cukup megah, terdiri atas empat gedung bertingkat yang berjajar dua secara berhadap-hadapan, dipisahkan oleh pelataran dan kolam yang tertata secara memanjang.
Setiap pengunjung bisa memasuki perpustakaan ini secara gratis, dan tentu saja akan merasa nyaman. Sebab, bangunan ini didesain secara indah dan full AC. Kalaupun di ruangan itu kita tidak sempat membaca-baca buku, paling tidak bisa melihat gambar-gambar dan barang – barang bersejarah peninggalan Bung Karno semasa perjuangan.
Tak cuma yang realistis, hal – hal yang berbau magis dan mistis terdapat pula di sini. Antara lain kopor bersejarah, dan lukisan gambar Bung Karno yang bisa bergetar sendiri.
Lewat pengeras suara ruangan, terkadang operator juga memutar pidato Sang Proklamator yang terkenal sebagai orator.
Budi Kustowo menjelaskan, Gedung Perpustakaan Proklamator ini terdiri atas beberapa bagian. Koleksi khusus berada di Gedung A lantai 1 timur, mengoleksi otobiografi Bung Karno, buku-buku karya Bung Karno, serta buku-buku tentang Bung Karno. Masih di gedung yang sama, terdapat juga kamus, ensiklopedi, indeks, peta, dan lain-lain.
Gedung A lantai 1 barat digunakan untuk tempat koleksi foto, lukisan, dan peninggalan Bung Karno. Lantai 2 untuk mengoleksi buku-buku yang berkaitan dengan karya umum, filsafat, agama, ilmu sosial, bahasa, ilmu murni, ilmu terapan/teknologi, kesenian/olahraga, kesusasteraan, sejarah, dan geografi. Di ruangan itu juga terdapat beberapa terbitan secara berkala, seperti surat kabar, majalah, dan buletin.
Sedangkan koleksi buku-buku karangan orang luar negeri tentang Indonesia terbitan berbagai negara bisa dijumpai di Gedung B. Ruang audio visual di Gedung C, digunakan untuk menikmati koleksi audio dan visual dalam bentuk CD dengan kapasitas 100 orang.
Ruang seminar di Gedung C, untuk seminar talk show, pelatihan singkat, presentasi, dan sebagainya berkapasitas 50 orang. Satu tempat yang hingga kini belum terbangun, namun sudah masuk dalam rancangan adalah Amphi Theatre. Panggung terbuka di samping perustakaan ini diproyeksikan sebagai tempat penampilan karya budaya dan kesenian anak bangsa.



Tanjung Kodok

Tanjung Kodok Beach

tanjung kodok

Tanjung Kodok Beach

Wisata pesisir lamongan adalahTempat yang alami seperti pasir pantai Kodok yakni batu yang menyerupai kodok pada 11 Juni 1983, lokasi itu di jadikan penelitian NASA Amerika tentang gejala astronomi gerhana matahari total. Sekarang tempat itu dibangun sebagai tempat wisata megah, besar dan profesional dengan campuran konsep wisata bahari Ancol Jakarta, Singapura dan pantai Jepang

Wisata Bahari Lamongan


Wisata Bahari Lamongan
Kabupaten Lamongan - Jawa Timur - Indonesia
Foto 1 dari  1
Wisata Bahari Lamongan

Wisata Bahari Lamongan
A. Selayang Pandang
Melancong ke Wisata Bahari Lamongan (WBL), Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sungguh menyenangkan. Setidaknya ada kesan tersendiri jika seseorang telah mengunjunginya. Hamparan pasir putih yang luas, rerimbunan pohon aren, dan pohon kelapa di sepanjang bibir pantainya, membuat obyek wisata andalan Lamongan ini cocok sebagai tempat berlibur dan melepas penat bersama keluarga. Kawasan WBL merupakan hasil perpaduan aspek-aspek nature (alam), culture (budaya), dan architecture (bangunan) yang bernuansa global tapi tetap mempertahankan ciri khas lokal.
Kehadiran WBL merupakan penyeimbang wahana wisata di Kabupaten Lamongan yang telah ada sebelumnya, yaitu Pantai Tanjung Kodok dan Gua Istana Maharani yang terletak di pesisir bagian utara Pulau Jawa. WBL berdiri di atas tanah seluas 17 hektar dengan berbagai fasilitas yang siap memanjakan pengunjung dengan konsep one stop service. WBL mulai terkenal sampai ke luar Lamongan, bahkan hingga ke luar Provinsi Jawa Timur sejak pembukaan perdananya pada tanggal 14 November 2004 yang diresmikan oleh Bupati Lamongan, H. Masyfuk, S.H.
Kini, obyek wisata yang merupakan pengembangan tempat wisata Pantai Tanjung Kodok tersebut, menjadi salah satu katalog agenda wisata keluarga di Jawa Timur. Karena itu, selain Jawa Timur Park di Batu, Malang, warga Jawa Timur juga bisa memilih WBL sebagai salah satu tempat tujuan wisata.
Daya tarik WBL tidak hanya terletak pada fasilitas wisata yang lengkap dengan pemandangan lepas pantai Laut Jawa, namun juga pada nilai sejarahnya. Pada tahun 1936, tidak jauh dari lokasi WBL, kapal penumpang Van Der Wijk tenggelam pada kedalaman sekitar 45 meter di pantai utara. Almarhum Buya Hamka pernah menimba inspirasi dari daerah tersebut guna menulis roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk yang terkenal itu.
Bisa dipastikan, daya tarik WBL semakin memikat saat perluasan tahap kedua kawasan tersebut rampung. Perluasan WBL mengembangkan kawasan wisata Gua Istana Maharani yang terletak 300 meter sebelah selatan area WBL. Rencananya, antara kawasan wisata WBL dan Gua Istana Maharani disatukan dalam satu paket wisata. Sebagai sarana penghubung, pengunjung nantinya bisa memanfaatkan kereta gantung yang menghubungkan antara WBL dan Gua Istana Maharani. Kereta gantung ini merupakan jaringan kereta gantung pertama di Jawa Timur.
B. Keistimewaan
Wisatawan yang berkunjung ke lokasi WBL akan disuguhi panorama pepohonan rindang yang akan menambah suasana sejuk dan tenang ketika memasukinya. Pintu masuk WBL dibuat mirip benteng zaman kerajaan kuno. Benteng-benteng tersebut dibuat setinggi 10 meter sehingga tampak mengesankan. Agar tidak terlihat terlalu angker di depan pintu masuk dibuat sebuah bangunan modern. Saat masuk, pengunjung akan disambut dengan patung-patung kodok yang seolah-olah sedang memainkan alat musik. Keistimewaan WBL lainnya adalah potensi alamnya yang indah, hamparan pasir pantainya yang putih, gua, dan batu karangnya yang alami.
Rajungan Raksasa sebagai pintu masuk Wisata Bahari Lamongan
Beberapa wahana yang menjadi unggulan tempat wisata bahari ini, antara lain istana bawah laut, gua insektarium, space shuttle, dan anjungan walisongo. Selain itu, WBL juga ditunjang dengan arena permainan dan arena hiburan lain, seperti rumah kucing, arena ketangkasan, video games, rumah sakit hantu, motor cross, go-kart, galeri keong, galeri kapal, sarang bajak laut, tagada, play ground, space shuttle, mainan semprot air, pantai marina, rumah cowboy, dan food centre, serta kolam renang yang kedalamannya disesuaikan dengan umur. Di area ini  terdapat juga permainan kapal yang dikendalikan dari pinggir kolam renang. Kapal kendali ini dihiasi replika bangunan-bangunan terkenal dari berbagai belahan bumi, seperti Patung Liberty di Amerika Serikat, Tembok Besar Cina, dan Gedung Opera di Australia.
Bagi wisatawan yang suka bertualang di laut lepas disediakan speed boat yang siap mengajak pengunjung berputar-putar mengelilingi Laut Jawa. Aneka peralatan yang tersedia di antaranya adalah banana boat, jetsky, dan bumpers boat.

Tampak Kolam Renang dan Hamparan Laut Jawa

C. Lokasi
Lokasi WBL terletak di Jl. Raya Daendels, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
D. Akses
Akses menuju lokasi WBL bisa ditempuh dengan kendaraan jenis apapun, karena letaknya tepat di pinggir jalan pantai utara (pantura). Lokasi WBL dilintasi jalur utama pantai utara yang menghubungkan Jakarta—Surabaya dan juga dilintasi jalur Surabaya—Cepu—Semarang, sehingga wisatawan yang menggunakan mobil pribadi melewati kedua jalur tersebut bisa langsung menuju lokasi WBL.
Sedangkan bagi wisatawan yang berangkat dari Terminal Bungurasih Surabaya dapat menggunakan bus kota No. P8 jurusan Terminal Wilangon menuju Kota Gresik. Dari Terminal Wilangon, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Paciran. Setelah sekitar 1,5 jam dan membayar ongkos sekitar Rp 10.000 (Juli 2008), pengunjung dapat turun di depan pintu gerbang WBL. Selain itu, bagi wisatawan yang berangkat dari Terminal Babat Lamongan, yang merupakan persimpangan antara jalur Surabaya—Semarang dengan jalur Malang—Jombang—Tuban, dapat menggunakan taksi atau angkutan umum menuju lokasi WBL dengan harga sekitar Rp 10.000 hingga Rp 20.000 (Juli 2008). Dan pengunjung yang berangkat dari Stasiun Kota Lamongan dapat menggunakan taksi atau angkutan umum menuju lokasi WBL dengan harga sekitar Rp 5000 hingga Rp 10.000 (Juli 2008) dan waktu tempuh kira-kira 1 jam.


E. Harga Tiket
Wisatawan yang berkunjung ke WBL dikenai tiket bervariasi, tergantung hari kunjungannya dan fasilitas yang ingin dinikmati. Pada hari Senin hingga Jum‘at pengunjung dikenai tiket promotion rate sebesar Rp 20.000 hingga Rp 30.000 (Juli 2008), sedangkan yang berkunjung pada hari Sabtu, Minggu, dan hari besar atau hari libur lainnya, dikenai tiket weekend rate sebesar Rp 25.000 hingga Rp 40.000 (Juli 2008). Masing-masing pengunjung dapat menikmati sedikitnya 20 macam fasilitas WBL.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Di kawasan WBL, terdapat lokasi parkir yang luas dan berbagai tempat belanja khas Jawa Timur seperti toko cenderamata, pasar buah, pasar sayur, dan warung-warung makan yang dibuka mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00 WIB.
Sekitar 300 meter dari WBL, terdapat Gua Istana Maharani, Makam Sunan Drajat, dan Makam Sunan Sendang Duwur, penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Kedua makam tersebut memiliki arsitektur yang dipengaruhi oleh Kerajaan Majapahit. Di dekat kompleks makam tersebut terdapat Museum Sunan Drajat dan Museum Van Der Wijk. Selain itu, sekitar 6 km ke arah barat terdapat Pelabuhan Ikan Brondong yang dilengkapi dengan tempat pelelangan ikan yang sangat terkenal di Jawa Timur.
Bagi yang ingin menginap, WBL juga menyediakan hotel berbintang tiga yaitu, Tanjung Kodok Beach Resort yang meliputi cottage, paviliun, funcion hall, dan hotel dengan kapasitas 50 hingga 60 kamar. Di sini para wisatawan bisa menginap antara 5 sampai 15 orang dalam satu kamar.








Jumat, 06 Januari 2012

Bukit Bintang



Hargodumilah, atau seing disebut sebagai "Bukit Bintang", merupakan suatu tempat di mana terhampar pemandangan kota djogja dan sekitarnya dari sini. Eksotisme yang terpampang di sela-sela perjalanan akan memaksa setiap orang untuk berhenti sejenak, menikmati luasnya mata memandang.

Pada saat siang hari, di mana sang mentari masih setia memandangi bumi Gunungkidul, Gunung Merapi,Gunung Merbabu, Gunung Sindoro dan Sumbing berdiri tegak memamerkan keindahan di kejauhan sana. Dan takkan mengecewakan saat mengunjungi Hargodumilah di kala senja menyapa. Sunset di atas kota djogja tersenyum manis menggelorakan jiwa. Keindahan tanpa henti meski sang surya tak lagi mengudara karena kerlap-kerlip kota Yogyakarta datang menggantikan lengsernya sang senja yang terlelap di peraduannya. Kalau cuma mau lihat sunset di jogja pun bisa gak perlu jauh-jauh ke Bali datang di Bukit Bitang(bukit Patuk gunggung kidul) kan lebih murah biayanya,hehehehe
                 Sunset kala senja di atas kota Djogja 


           Teropong kota Djogja dari Bukit Bintang
Tempat yang sangat indah di sekitar Jl. Jogja- Wonosari tepatnya di Hargodumilah, Patuk, Gunungkidul dikenal dengan nama Bukit Bintang ada juga yang menyebutnya denganBB. Tempat ini disebut dengan Bukit Bintang karena pada waktu malam hari kita bisa menyaksikan gemerlapnya lampu di kota Jogja yang menyerupai bintang. Indahnya pemandangan di Bukit Bintang ini membuat banyak orang terpesona. Dari Bukit Bintang kita bisa melihat indahnya Kota jogja.

Akhir-akhir ini banyak pengunjung yang datang di Bukit Bintang, apalagi pada malam Minggu. di Bukit Bintang ini juga tersedia tempat penginapan dan restoran. Sebagian besar warga luar daerah yang berkunjung ke Gunungkidul pasti berhenti sejenak di Bukit Bintang untuk menyaksikan indahnya Kota jogja dilihat dari bukit ini. Bagi anda yang belum pernah ke Bukit Bintang silahkan berkunjung ke Bukit Bintang.


Jalan menuju bukit ini sangant mudah, apabila anda dari Jogjakarta langsung saja menuju jalan Jogja-Wonosari, Setelah sampai Pasar Piyungan terus saja nanti ada tanjakan yang menikung, lalu di sebelah kiri jalan anda bisa menemukan Tempat yang sangat indah yang disebut Bukit Bintang. AYO KE BUKIT BINTANG!!!!

tempat yang indah yang jarang di temukan oleh orang2. apalagi warga pendatang yang bukan penduduk asli jogja. orang jogja ajah banyak yang lom tau tempat ini lo. wah sayang banget tempat kyak gini orang2 lom banyak tau dan lebih sayang lagi pemerintah jogja juga belum begitu ngurus tempat yang satu ini. sumpah keren bgt. apa lagi kalo malem2.

 kalo misalnya klau kalian semua pengen jalan2 ketempat yang satu ini gampang ajah, gampangnya dari arah jalan wonosari lurus ajah, nah ntar kalo dah mpe di pasar piyungan langsung ajah lurus dan naek  menuju jalan ke wonosari, kalo gak dari arag prambanan kira2 ya 6 kiloan gt trus sama aja kalo dah mpe pasar piyungan belok kiri trus lurussss tyus langsung aja naek ke bukit patuk, ku saranin kalo ke sana pas jam 5an ajah ntar klaian bakalan dapetin pemandangan yang super keren bgt, Jogja bs dilihat dari atas dan seperti taburan bintang. makanya ni tempat di sebut BUKIT BINTANG. oya satu lagi ya inponya kalo ke sana kyakna arus di ceck dulu ban motor, rem motor, lampunya juga. oya kalo misal kesana juga jangan lupa bawa pasangan yak. kalo misalna gak punya gpp. ma temen2 juga gak klag seru kok. jelajahi JOGJA yak…. temukan tem4 tem4 seru di JOGJA
ehhh kalo misal kalian semua ngajak aku ke bukit bintang aku juga mau lohhhhh..… wisata murah, indah, ke bukit patuk ajahhhhhhhhhh…

Bukit Bintang Jalur Dlingo Utara

Memasuki kawasan Kecamatan Dlingo bantul lewat jalur darat dapat di tempuh melalui berbagai jalan yang tersedia dan terhubung dengan wilayah-wilayah lain di Provinsi DIY. Juga bisa lewat jalur timur melalui kecamatan dlingo melalui jalur Timur "menyeberangi Sungai oyo dan Jembatan Dodogan", melalui jalur Selatan "melewati imogiri dan makam raja-raja mataram" dan kali ini saya akan sedikit memberikan gambaran akses masuk Kecamatan Dlingo melalui jalur utara " melalui jalan Jogja_Wonosari". Pada jalur utara ini kita mulai perjalanan melalui pusat kota Yogjakarta atau sepanjang ring road utara dan selatan yang ada di yogyakarta.

Jika anda berada pada ketiga lokasi tersebut untuk dapat memasuki Kecamatan Dlingo melalui jalur Utara anda cukup menuju dan mencari Jalan Jogja - Wonosari. setelah anda menemukan jalan jogja wonosari anda akan menempuh perjalanan kira-kira 18 Km dari pusat kota menuju arah Timur. Sesampai di kecamatan Piyungan anda akan bertemu dengan sebuah bukit dengan jalan berkelok-kelok sepanjang kira-kira 7 Km. Sepanjang tanjakan biasanya arus kendaraan ramai lancar, namun jika hari sabtu malam minggu anda harus hati-hati karena biasanya jalur ini akan padat merayap. Hal ini dikarenakan para penglaju/pekerja/siswa/mahasiswa dari kabupaten Gunungkidul biasanya pulang ke Wonosari.
Nah..setelah sampai pada puncak bukit anda sudah memasuki wilayah Kecamatan Patuk, disana anda akan bertemu dengan pertigaan Patuk. Untuk menuju Ke Dlingo anda harus mengambil jalur ke arah Selatan "Ambil kanan/Belok Kanan". Lalu setelah kira-kira 300 meter anda akan bertemu pertigaan lagi, lalu ambil kanan lagi ya, nah setelah itu anda harus mempersiapkan gigi rasio 1 sebagai persiapan. Hal ini perlu diperhatikan karena ada salah satu tanjakan paling tinggi yang biasa disebut "Mbrambang"..banyak terjadi kecelakan mobil dan motor di kawasan ini. Jika anda lolos di tanjakan ini maka dapat di pastikan bahwa anda sudah pasti lolos menghadapi tanjakan-tanjakan lain di kawasan Dlingo.
Kira-kira 1 Km dari tanjakan Brambang ini cobalah berhenti sejenak untuk menghirup udara segar pegunungan. Di puncak bukit ini kalau malam minggu biasa di padati para kaum muda yang lagi asik pacaran. Biasanya bagi mereka yang lagi di madu asmara , mereka menyebut kawasan ini sebagai "BUKIT BINTANG".
Pemandangan Bukit Bintang atau masyarakat lokal biasa menyebutnya dengan Watu Amben Jika Dimalam HariPanorama Lampu Yogyakarta akan terlihat dengan jelas dan indah. Dari puncak bukit ini kan terlihat jelas kota yogyakarta dan sekitarnya secara menyeluruh. Bahkan anda juga bisa melihat panorama Gunung Merapi jika cuaca cerah. Jika sekiranya anda sudah cukup melepas lelah, anda dapat melanjutkan perjalanan menuju kecamtan dlingo yang tinggal 15 Km lagi. Dijamin tidak melelahkan, karena anda akan selalu di suguhi dengan pemandangan alam perdesaan yang masih rindang akan pohon-pohon dan hutan rakyat yang memang sengaja dilestarikan di kawasan ini.
Kira-kira setelah perjalanan 20 menit dari Bukit Bintag/Watu amben anda akan bertemu dengan perempatan Ringin Terong, tepatnya berada di Desa Terong kecamatan Dlingo. Jika anda lurus keselatan anda akan menuju ke desa Muntuk dan Desa mangunan. Namun jika anda ke barat anda akan menuju Kecamatan Pleret, sedangkan jika anda menuju arah Timur anda akan menuju ibu kota Kecamatan Dlingo disamping juga anda dapat menuju ke Gunungkidul. Pokoknya Menarik dan di jamin ketagihan jika anda memang memiliki karakter pribadi yang suka tantangan dan traveling. Jangan di tunda lagi ya, untuk sekedar berkunjung atau mencari relasi atau bahkan investasi..saya siap mengatarkan anda.


Kali ini gue mau ngebahas tentang tempat pacaran yang paling romantis di Jogjakarta *menurut gue*, yap lagi dan lagi menurut gue karena gue gak tau dimana tempat pacaran paling romantis di Jogja karena beberapa alasan dan faktor internal dan eksternal#halah
MySpace
Beberapa faktor itu adalah :
1.      Gue gak apal nama tempat di Jogja
2.      Gue jarang keliling Jogja
3.      Jarang punya duit buat jalan-jalan
4.      Gue gak punya P-A-C-A-R ! *puas lo ?!JombloMiris
Denger punya denger sih banyak tempat di Jogja yang romantis-romantis gitu buat pacaran tapi yah berhubung gue gak punya pacar makanya gue gak pernah ke tempat-tempat itu, hahahaha 
Nah ini ada tempat yang Very-very Recommended banget buat tempat pacaran namanya adalah Bukit Bintang. Ah apaan sih Bukit Bintang ? Agak kurang famous banget kedengerannya..
Mau tau tempatnya kayak apa ? Mari kita berdoa supaya gue bisa ngasih tau dengan benar 
Bukit Bintang 
Bukit Bintang adalah nama tempat di daerah Patuk, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Kenapa bukit ? Yap, karena kalo mau menuju tempat ini lo mesti menempuh perjalanan menanjak dan agak curam. Bukan itu aja guys, lo juga mesti berbagi jalan dengan truk-truk dan bis-bis ukuran besar kalo mau ke tempat ini Serem Banget Merinding
 Banyak cara buat dateng kesini, dengan kendaraan pribadi ? Bisa. Pake kendaraan umum ? Bisa juga kok. Tapi yang pake kendaraan umum gak banget gue saranin ?
KENAPA EMANGNYA JE ?
Kenapa ? Oke emang ada bis jurusan Kota Jogjakarta yang bisa lo naikin dari Terminal Giwangan yang menuju ke Kota Wonosari, tapi itu bis-nya cuma ampe sekitar jam 7 atau jam 8 malem aja *kalo gak salah yaa*, sementara Bukit Bintang itu enaknya dinikmatin (selagi hangat) kalo malem hari, jadi lo berangkat bisa naek bis tapi pas pulang LO MAU NAEK APA ? udah kagak ada kendaraan umum men -__-”

tempat nongkrongnya
DI BUKIT BINTANG NGAPAIN JE ?
Ngapain yaa ? Bebas sih lo mau joget-joget atau karaokean juga seterah lo kok asal gak malu aja hahaha. Bukit Bintang ini letaknya di pinggir jalan raya yah mirip kayak trotoar gitu deh jadi lo mesti hati-hati juga, buat lo yang suka nungging gak disarananin banget lo pergi ketempat ini karena gue takut pas lo nungging tiba-tiba pantat lo yang rada burik itu bakal keserempet ama truk pasir. Dan walhasil lo bakal ngeri ngeliat pantat lo yang rada burik itu berubah yang sebelumnya belah tengah jadi belah pinggir kan aneh banget.*sumpah horror abis bayanginnya*
Tempat ini direkomendasikan hanya untuk orang yang punya PACAR ! Ingat yang punya P-A-C-A-R !
Kenapa ? Karena gue mau menyelamatkan perasaan kalian para Jomblo sekalian, tempat ini tuh 98% isinya orang pacaran semua. Lo kalo kesini sendirian pasti bakal sirik ngeliat mereka, dan pada akhirnya lo bakal lari ke-tengah jalan raya *dengan efek hujan gerimis* trus lo tereak “DUNIA INI GAK ADIIIIL !!”. Finally, *Bruuuaaaakk !! Sebuah truk kacang ijo nabrak lo sampe ingus lo bececeran kemana-mana. 



KENAPA NAMANYA BUKIT BINTANG JE ?
Oke ini dia yang paling pentil *eh edit dulu* — > paling penting, nama Bukit Bintang karena tempat ini posisinya emang di bukit dan menghadap ke arah kota Jogja yang kalo diliat pada waktu malam hari akan banyak lampu-lampu, contoh : Lampu jalan, lampu rumah-rumah, lampu kendaraan, lampu petromaks kang nasi goreng *oke ini ngasal* -__-”
kalo siang hari
Kalo siang hari lo bakal liat pemandangan yang sangat menyegarkan mata karena lo ngeliat hamparan sawah yang masih ijo-ijo *belom mateng buahnya* keren kan ? Tapi kalo siang hari udah jelas panas banget, jadi lo kalo mau kesini mesti bawa sun block plus bikini buat berjemur di pinggir jalan raya *semoga berhasil*.

And Then……


Ini hal yang bakal lo liat pada malam hari, kalo bawa pacar beeh manteb banget deh. Pemandangan romantis, pelukan abis ituuuuuuu…. *ngebayangin ampe tingkat dewa*. TAAAAAPI, lo harus berbagi lapak sama orang pacaran lainnya karena itu adalah TEMPAT PACARAN MASSAL !!

Nah sekian dari gue, kalo lagi pada di Jogja buruan dah mampir ke tempat ini. Gak ama pacar juga boleh kok, disana juga ada semacam rumah makan, restoran bahkan hotel juga ada. Dan sama kayak di Puncak, disini juga ada yang jual jagung bakar guys. So, Happy Holiday deh !! *mas-mas, ini bukan musim liburan









Kamis, 05 Januari 2012

Puri Maerokoco



Info Teknis Lokasi
Puri Maerkoco terletak di sebelah barat kompleks lokasi pamer PRPP Jawa Tengah di kota Semarang, ibu kota propinsi Jawa Tengah. Area Puri Maerokoco Taman Wisata Budaya Jawa Tengah sangatlah luas. Area ini dibagi-bagi menjadi Kelompok Daerah Tingkat II dengan luas yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anjungan. Rata-rata tiap anjungan mendapat luas 1.000 m2.
Tiap anjungan diwakili oleh rumah daerah setempat dan dilengkapi berbagai miniatur benda-benda bersejarah yang terdapat di daerah asalnya. Seperti misalnya untuk daerah kabupaten magelang terdapat miniatur candi borobudur, untuk daerah kabupaten kudus
ada miniatur menara kudus, demikian juga mesjid demak dan daerah-daerah lainnya


Gambar : Peta Puri Maerokoco diserupakan dengan propinsi Jawa Tengah

Peta diatas terdapat kota berwarna merah muda, dimana anjungan-anjungan tersebut terletak. Anjungan tersebut mewakili ibu kota tiap-tiap kabupaten dan kota di wilayah Propinsi Jawa Tengah, yang kesemuanya berjumlah 35 buah



MAEROKOCO
Taman Mini Maerokoco merupakan wahana hiburan yang memiliki anjungan-anjungan rumah adat dari 35 kabupaten di Jawa Tengah. Di dalam masing-masing anjungan digelar berbagai hasil kerajinan dan industri dari masing-masing daerah. Objek Wisata ini terletak satu kompleks dengan PRPP.
            Selain anjungan rumah-rumah adat, pengunjung dapat menikmati wahana rekreasi air dan kereta yang harganya cukup murah. Anda dapat mengunjungi taman ini setiap hari pada pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.


Anjungan Jepara di Puri Maerokoco Semarang dibangun berdasarkan surat Gubernur Kepala Tingkat I Jawa tengah, Nomor : 510.1/32442 tanggal 29 Agustus 1991 yang merupakan sarana informasi dan promosi Kabupaten Jepara tentang produk andalan komoditi non migas yang berupa industri kerajinan dari pariwisata.
Luas Anjungan Jepara di Puri Maerokoco Semarang adalah 890,74 yang terdiri :
1. Bangunan tradisional dengan luas bangunan 63 m2
2. Pradonggo Birowo dengan luas bangunan 9 m2
3. Sclupture palace dengan luas bangunan 9 m2
4. Bangunan serba guna dengan luas bangunan 147 m2
5. Gapura Mantingan dengan luas bangunan 12,75 m2
6. Miniatur air terjun Songgo langit dengan luas 16 m2
7. Toilet service room dengan luas bangunan 227,70 m2
8. Taman dengan luas 373,33 m2
9. Bangunan plaza dengan luas 217 m2
Pembangunan anjungan Jepara di Puri Maerokoco Semarang dimulai pada bulan Juni 1992 dan selesai pada bulan Juli 1993 dengan biaya sebesar Rp 407.887.600,- melalui Inpres 1993/1994.


PENJELASAN ANJUNGAN JEPARA
1. 1. 1.Bangunan bangunan dalam anjungan Jepara terdiri atas :
a. Joglo Jepara
Jenis bangunan ini merupakan bangunan tradisional di daerah Jepara dan sampai saat ini masih banyak dijumpai
Ciri khusus arsitektur bangunan ini adalah :
- Bahan bangunan terbuat dari kayu dengan dinding kayu berukir
- Memiliki 4 buah tiang ditengah bangunan
- Atap dari genting dan khusus kerpus memiliki motif gambar wayang
Adapun konsep falsafah dari bangunan Joglo ini adalah :
- Menghadap ke laut dengan maksud agar berpikiran luas
- Membelakangi gunung dengan maksud agar tidak conggak dan tinggi hati
- Atap berujud pegunungan dengan maksud religious yaitu tuhan diatas dan berkuasa atas segalanya.
- Tiga buah pintu didepan merupakan perwujudan hubungan antara:
-Manusia dengan Tuhan
-Manusia dengan manusia
-Manusai dengan alam
- Tiga wuwungan atap tidak patah tetapi melengkung yang mempunyai maksud sebagai
Perwujudan cara hidup yang luas.
b. Pradonggo Birowo
Bangunan ini merupakan duplikat dari bangunan aslinya yang ada disebelah kiri pendopo Kabupaten Jepara. Fungsi bangunan ini adalah sebagai tempat gamelan yang hanya terdiri atas kendang,kecrek,kempul,dan genjur. Dibunyikan setiap hari senin sehingga gamelan ini oleh orang Jepara disebut GONG SENEN.
c. Sclupture Palace
Bangunan ini merupakan bangunan monumental bagi potensi industry kerajinan di Jepara yaitu dalam bentuk patung orang yang menggambarkan sedang memahat kuda yang maksudnya merupakan syimbol dinamika Jepara sebagai kota ukir.
d. Bangunan Serbaguna
Bangunan ini diadakan untuk kepentingan minampilkan kesenian-kesenian Jepara dalam event-event tertentu yang diprogramkan.
e. Gapura Mantingan
Gapura ini merupakan duplikat gapura kuno yang ada di Desa Mantingan yang merupakan pintu masuk menuju Makam Ratu Kalinyamat dan masjid Kuno Mantingan. Dilihat dari sisi arsitektur diperkirakan gapuro mantingan ini dibangun pada akhir abad XVII yaitu dalam pengertian Bahasa arab ghoruuen yang bermakna agar setiap orang yang datang kekomplek Masjid kuno Mantingan dan makam Ratu kalinyamat agar selalu ingat untuk memohon ampunan pada Tuhan yang maha esa.
f. Miniatur Air Terjun Songgolangit
Bangunan ini merupakan prototip dari sebuah obyek wisata alam yang indah dengan air terjunnya yang berlokasai di desa Bucu Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara.
g. Toilet / service room
Bangunan ini disamping untuk toilet juga berfungsi sebagai gudang .
2. 2.Penjelasan isi dan penggunaan bangunan.
1. Direncanakan bangunan joglo Jepara akan diisi dengan :
a. Duplikat meja kursi RA Kartini
b. Meja marmer kuno
c. Alat tenun tradisional dari torso
d. Lukisan imajinasi Ratu Kalinyamat
e. Lukisan RA Kartini
f. Contoh beberapa hasil industry kerajiana Jepara, Seperti relief, tenun ikat, monel, dan lain-lain
2. Pada waktu tertentu bangunan joglo Jepara ini bersama dengan bangunan serbaguna dapat digunakan pula sebagai Anjang pameran
3. Atraksi Kesenian
Pada event-event tertentu, gedung serbaguna dapat digunakan pula untuk kepentingan atraksi seni khas Jepara antara lain : emprak, kentrung, ketoprak,dll