Jumat, 06 Januari 2012

Bukit Bintang



Hargodumilah, atau seing disebut sebagai "Bukit Bintang", merupakan suatu tempat di mana terhampar pemandangan kota djogja dan sekitarnya dari sini. Eksotisme yang terpampang di sela-sela perjalanan akan memaksa setiap orang untuk berhenti sejenak, menikmati luasnya mata memandang.

Pada saat siang hari, di mana sang mentari masih setia memandangi bumi Gunungkidul, Gunung Merapi,Gunung Merbabu, Gunung Sindoro dan Sumbing berdiri tegak memamerkan keindahan di kejauhan sana. Dan takkan mengecewakan saat mengunjungi Hargodumilah di kala senja menyapa. Sunset di atas kota djogja tersenyum manis menggelorakan jiwa. Keindahan tanpa henti meski sang surya tak lagi mengudara karena kerlap-kerlip kota Yogyakarta datang menggantikan lengsernya sang senja yang terlelap di peraduannya. Kalau cuma mau lihat sunset di jogja pun bisa gak perlu jauh-jauh ke Bali datang di Bukit Bitang(bukit Patuk gunggung kidul) kan lebih murah biayanya,hehehehe
                 Sunset kala senja di atas kota Djogja 


           Teropong kota Djogja dari Bukit Bintang
Tempat yang sangat indah di sekitar Jl. Jogja- Wonosari tepatnya di Hargodumilah, Patuk, Gunungkidul dikenal dengan nama Bukit Bintang ada juga yang menyebutnya denganBB. Tempat ini disebut dengan Bukit Bintang karena pada waktu malam hari kita bisa menyaksikan gemerlapnya lampu di kota Jogja yang menyerupai bintang. Indahnya pemandangan di Bukit Bintang ini membuat banyak orang terpesona. Dari Bukit Bintang kita bisa melihat indahnya Kota jogja.

Akhir-akhir ini banyak pengunjung yang datang di Bukit Bintang, apalagi pada malam Minggu. di Bukit Bintang ini juga tersedia tempat penginapan dan restoran. Sebagian besar warga luar daerah yang berkunjung ke Gunungkidul pasti berhenti sejenak di Bukit Bintang untuk menyaksikan indahnya Kota jogja dilihat dari bukit ini. Bagi anda yang belum pernah ke Bukit Bintang silahkan berkunjung ke Bukit Bintang.


Jalan menuju bukit ini sangant mudah, apabila anda dari Jogjakarta langsung saja menuju jalan Jogja-Wonosari, Setelah sampai Pasar Piyungan terus saja nanti ada tanjakan yang menikung, lalu di sebelah kiri jalan anda bisa menemukan Tempat yang sangat indah yang disebut Bukit Bintang. AYO KE BUKIT BINTANG!!!!

tempat yang indah yang jarang di temukan oleh orang2. apalagi warga pendatang yang bukan penduduk asli jogja. orang jogja ajah banyak yang lom tau tempat ini lo. wah sayang banget tempat kyak gini orang2 lom banyak tau dan lebih sayang lagi pemerintah jogja juga belum begitu ngurus tempat yang satu ini. sumpah keren bgt. apa lagi kalo malem2.

 kalo misalnya klau kalian semua pengen jalan2 ketempat yang satu ini gampang ajah, gampangnya dari arah jalan wonosari lurus ajah, nah ntar kalo dah mpe di pasar piyungan langsung ajah lurus dan naek  menuju jalan ke wonosari, kalo gak dari arag prambanan kira2 ya 6 kiloan gt trus sama aja kalo dah mpe pasar piyungan belok kiri trus lurussss tyus langsung aja naek ke bukit patuk, ku saranin kalo ke sana pas jam 5an ajah ntar klaian bakalan dapetin pemandangan yang super keren bgt, Jogja bs dilihat dari atas dan seperti taburan bintang. makanya ni tempat di sebut BUKIT BINTANG. oya satu lagi ya inponya kalo ke sana kyakna arus di ceck dulu ban motor, rem motor, lampunya juga. oya kalo misal kesana juga jangan lupa bawa pasangan yak. kalo misalna gak punya gpp. ma temen2 juga gak klag seru kok. jelajahi JOGJA yak…. temukan tem4 tem4 seru di JOGJA
ehhh kalo misal kalian semua ngajak aku ke bukit bintang aku juga mau lohhhhh..… wisata murah, indah, ke bukit patuk ajahhhhhhhhhh…

Bukit Bintang Jalur Dlingo Utara

Memasuki kawasan Kecamatan Dlingo bantul lewat jalur darat dapat di tempuh melalui berbagai jalan yang tersedia dan terhubung dengan wilayah-wilayah lain di Provinsi DIY. Juga bisa lewat jalur timur melalui kecamatan dlingo melalui jalur Timur "menyeberangi Sungai oyo dan Jembatan Dodogan", melalui jalur Selatan "melewati imogiri dan makam raja-raja mataram" dan kali ini saya akan sedikit memberikan gambaran akses masuk Kecamatan Dlingo melalui jalur utara " melalui jalan Jogja_Wonosari". Pada jalur utara ini kita mulai perjalanan melalui pusat kota Yogjakarta atau sepanjang ring road utara dan selatan yang ada di yogyakarta.

Jika anda berada pada ketiga lokasi tersebut untuk dapat memasuki Kecamatan Dlingo melalui jalur Utara anda cukup menuju dan mencari Jalan Jogja - Wonosari. setelah anda menemukan jalan jogja wonosari anda akan menempuh perjalanan kira-kira 18 Km dari pusat kota menuju arah Timur. Sesampai di kecamatan Piyungan anda akan bertemu dengan sebuah bukit dengan jalan berkelok-kelok sepanjang kira-kira 7 Km. Sepanjang tanjakan biasanya arus kendaraan ramai lancar, namun jika hari sabtu malam minggu anda harus hati-hati karena biasanya jalur ini akan padat merayap. Hal ini dikarenakan para penglaju/pekerja/siswa/mahasiswa dari kabupaten Gunungkidul biasanya pulang ke Wonosari.
Nah..setelah sampai pada puncak bukit anda sudah memasuki wilayah Kecamatan Patuk, disana anda akan bertemu dengan pertigaan Patuk. Untuk menuju Ke Dlingo anda harus mengambil jalur ke arah Selatan "Ambil kanan/Belok Kanan". Lalu setelah kira-kira 300 meter anda akan bertemu pertigaan lagi, lalu ambil kanan lagi ya, nah setelah itu anda harus mempersiapkan gigi rasio 1 sebagai persiapan. Hal ini perlu diperhatikan karena ada salah satu tanjakan paling tinggi yang biasa disebut "Mbrambang"..banyak terjadi kecelakan mobil dan motor di kawasan ini. Jika anda lolos di tanjakan ini maka dapat di pastikan bahwa anda sudah pasti lolos menghadapi tanjakan-tanjakan lain di kawasan Dlingo.
Kira-kira 1 Km dari tanjakan Brambang ini cobalah berhenti sejenak untuk menghirup udara segar pegunungan. Di puncak bukit ini kalau malam minggu biasa di padati para kaum muda yang lagi asik pacaran. Biasanya bagi mereka yang lagi di madu asmara , mereka menyebut kawasan ini sebagai "BUKIT BINTANG".
Pemandangan Bukit Bintang atau masyarakat lokal biasa menyebutnya dengan Watu Amben Jika Dimalam HariPanorama Lampu Yogyakarta akan terlihat dengan jelas dan indah. Dari puncak bukit ini kan terlihat jelas kota yogyakarta dan sekitarnya secara menyeluruh. Bahkan anda juga bisa melihat panorama Gunung Merapi jika cuaca cerah. Jika sekiranya anda sudah cukup melepas lelah, anda dapat melanjutkan perjalanan menuju kecamtan dlingo yang tinggal 15 Km lagi. Dijamin tidak melelahkan, karena anda akan selalu di suguhi dengan pemandangan alam perdesaan yang masih rindang akan pohon-pohon dan hutan rakyat yang memang sengaja dilestarikan di kawasan ini.
Kira-kira setelah perjalanan 20 menit dari Bukit Bintag/Watu amben anda akan bertemu dengan perempatan Ringin Terong, tepatnya berada di Desa Terong kecamatan Dlingo. Jika anda lurus keselatan anda akan menuju ke desa Muntuk dan Desa mangunan. Namun jika anda ke barat anda akan menuju Kecamatan Pleret, sedangkan jika anda menuju arah Timur anda akan menuju ibu kota Kecamatan Dlingo disamping juga anda dapat menuju ke Gunungkidul. Pokoknya Menarik dan di jamin ketagihan jika anda memang memiliki karakter pribadi yang suka tantangan dan traveling. Jangan di tunda lagi ya, untuk sekedar berkunjung atau mencari relasi atau bahkan investasi..saya siap mengatarkan anda.


Kali ini gue mau ngebahas tentang tempat pacaran yang paling romantis di Jogjakarta *menurut gue*, yap lagi dan lagi menurut gue karena gue gak tau dimana tempat pacaran paling romantis di Jogja karena beberapa alasan dan faktor internal dan eksternal#halah
MySpace
Beberapa faktor itu adalah :
1.      Gue gak apal nama tempat di Jogja
2.      Gue jarang keliling Jogja
3.      Jarang punya duit buat jalan-jalan
4.      Gue gak punya P-A-C-A-R ! *puas lo ?!JombloMiris
Denger punya denger sih banyak tempat di Jogja yang romantis-romantis gitu buat pacaran tapi yah berhubung gue gak punya pacar makanya gue gak pernah ke tempat-tempat itu, hahahaha 
Nah ini ada tempat yang Very-very Recommended banget buat tempat pacaran namanya adalah Bukit Bintang. Ah apaan sih Bukit Bintang ? Agak kurang famous banget kedengerannya..
Mau tau tempatnya kayak apa ? Mari kita berdoa supaya gue bisa ngasih tau dengan benar 
Bukit Bintang 
Bukit Bintang adalah nama tempat di daerah Patuk, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Kenapa bukit ? Yap, karena kalo mau menuju tempat ini lo mesti menempuh perjalanan menanjak dan agak curam. Bukan itu aja guys, lo juga mesti berbagi jalan dengan truk-truk dan bis-bis ukuran besar kalo mau ke tempat ini Serem Banget Merinding
 Banyak cara buat dateng kesini, dengan kendaraan pribadi ? Bisa. Pake kendaraan umum ? Bisa juga kok. Tapi yang pake kendaraan umum gak banget gue saranin ?
KENAPA EMANGNYA JE ?
Kenapa ? Oke emang ada bis jurusan Kota Jogjakarta yang bisa lo naikin dari Terminal Giwangan yang menuju ke Kota Wonosari, tapi itu bis-nya cuma ampe sekitar jam 7 atau jam 8 malem aja *kalo gak salah yaa*, sementara Bukit Bintang itu enaknya dinikmatin (selagi hangat) kalo malem hari, jadi lo berangkat bisa naek bis tapi pas pulang LO MAU NAEK APA ? udah kagak ada kendaraan umum men -__-”

tempat nongkrongnya
DI BUKIT BINTANG NGAPAIN JE ?
Ngapain yaa ? Bebas sih lo mau joget-joget atau karaokean juga seterah lo kok asal gak malu aja hahaha. Bukit Bintang ini letaknya di pinggir jalan raya yah mirip kayak trotoar gitu deh jadi lo mesti hati-hati juga, buat lo yang suka nungging gak disarananin banget lo pergi ketempat ini karena gue takut pas lo nungging tiba-tiba pantat lo yang rada burik itu bakal keserempet ama truk pasir. Dan walhasil lo bakal ngeri ngeliat pantat lo yang rada burik itu berubah yang sebelumnya belah tengah jadi belah pinggir kan aneh banget.*sumpah horror abis bayanginnya*
Tempat ini direkomendasikan hanya untuk orang yang punya PACAR ! Ingat yang punya P-A-C-A-R !
Kenapa ? Karena gue mau menyelamatkan perasaan kalian para Jomblo sekalian, tempat ini tuh 98% isinya orang pacaran semua. Lo kalo kesini sendirian pasti bakal sirik ngeliat mereka, dan pada akhirnya lo bakal lari ke-tengah jalan raya *dengan efek hujan gerimis* trus lo tereak “DUNIA INI GAK ADIIIIL !!”. Finally, *Bruuuaaaakk !! Sebuah truk kacang ijo nabrak lo sampe ingus lo bececeran kemana-mana. 



KENAPA NAMANYA BUKIT BINTANG JE ?
Oke ini dia yang paling pentil *eh edit dulu* — > paling penting, nama Bukit Bintang karena tempat ini posisinya emang di bukit dan menghadap ke arah kota Jogja yang kalo diliat pada waktu malam hari akan banyak lampu-lampu, contoh : Lampu jalan, lampu rumah-rumah, lampu kendaraan, lampu petromaks kang nasi goreng *oke ini ngasal* -__-”
kalo siang hari
Kalo siang hari lo bakal liat pemandangan yang sangat menyegarkan mata karena lo ngeliat hamparan sawah yang masih ijo-ijo *belom mateng buahnya* keren kan ? Tapi kalo siang hari udah jelas panas banget, jadi lo kalo mau kesini mesti bawa sun block plus bikini buat berjemur di pinggir jalan raya *semoga berhasil*.

And Then……


Ini hal yang bakal lo liat pada malam hari, kalo bawa pacar beeh manteb banget deh. Pemandangan romantis, pelukan abis ituuuuuuu…. *ngebayangin ampe tingkat dewa*. TAAAAAPI, lo harus berbagi lapak sama orang pacaran lainnya karena itu adalah TEMPAT PACARAN MASSAL !!

Nah sekian dari gue, kalo lagi pada di Jogja buruan dah mampir ke tempat ini. Gak ama pacar juga boleh kok, disana juga ada semacam rumah makan, restoran bahkan hotel juga ada. Dan sama kayak di Puncak, disini juga ada yang jual jagung bakar guys. So, Happy Holiday deh !! *mas-mas, ini bukan musim liburan









Kamis, 05 Januari 2012

Puri Maerokoco



Info Teknis Lokasi
Puri Maerkoco terletak di sebelah barat kompleks lokasi pamer PRPP Jawa Tengah di kota Semarang, ibu kota propinsi Jawa Tengah. Area Puri Maerokoco Taman Wisata Budaya Jawa Tengah sangatlah luas. Area ini dibagi-bagi menjadi Kelompok Daerah Tingkat II dengan luas yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anjungan. Rata-rata tiap anjungan mendapat luas 1.000 m2.
Tiap anjungan diwakili oleh rumah daerah setempat dan dilengkapi berbagai miniatur benda-benda bersejarah yang terdapat di daerah asalnya. Seperti misalnya untuk daerah kabupaten magelang terdapat miniatur candi borobudur, untuk daerah kabupaten kudus
ada miniatur menara kudus, demikian juga mesjid demak dan daerah-daerah lainnya


Gambar : Peta Puri Maerokoco diserupakan dengan propinsi Jawa Tengah

Peta diatas terdapat kota berwarna merah muda, dimana anjungan-anjungan tersebut terletak. Anjungan tersebut mewakili ibu kota tiap-tiap kabupaten dan kota di wilayah Propinsi Jawa Tengah, yang kesemuanya berjumlah 35 buah



MAEROKOCO
Taman Mini Maerokoco merupakan wahana hiburan yang memiliki anjungan-anjungan rumah adat dari 35 kabupaten di Jawa Tengah. Di dalam masing-masing anjungan digelar berbagai hasil kerajinan dan industri dari masing-masing daerah. Objek Wisata ini terletak satu kompleks dengan PRPP.
            Selain anjungan rumah-rumah adat, pengunjung dapat menikmati wahana rekreasi air dan kereta yang harganya cukup murah. Anda dapat mengunjungi taman ini setiap hari pada pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.


Anjungan Jepara di Puri Maerokoco Semarang dibangun berdasarkan surat Gubernur Kepala Tingkat I Jawa tengah, Nomor : 510.1/32442 tanggal 29 Agustus 1991 yang merupakan sarana informasi dan promosi Kabupaten Jepara tentang produk andalan komoditi non migas yang berupa industri kerajinan dari pariwisata.
Luas Anjungan Jepara di Puri Maerokoco Semarang adalah 890,74 yang terdiri :
1. Bangunan tradisional dengan luas bangunan 63 m2
2. Pradonggo Birowo dengan luas bangunan 9 m2
3. Sclupture palace dengan luas bangunan 9 m2
4. Bangunan serba guna dengan luas bangunan 147 m2
5. Gapura Mantingan dengan luas bangunan 12,75 m2
6. Miniatur air terjun Songgo langit dengan luas 16 m2
7. Toilet service room dengan luas bangunan 227,70 m2
8. Taman dengan luas 373,33 m2
9. Bangunan plaza dengan luas 217 m2
Pembangunan anjungan Jepara di Puri Maerokoco Semarang dimulai pada bulan Juni 1992 dan selesai pada bulan Juli 1993 dengan biaya sebesar Rp 407.887.600,- melalui Inpres 1993/1994.


PENJELASAN ANJUNGAN JEPARA
1. 1. 1.Bangunan bangunan dalam anjungan Jepara terdiri atas :
a. Joglo Jepara
Jenis bangunan ini merupakan bangunan tradisional di daerah Jepara dan sampai saat ini masih banyak dijumpai
Ciri khusus arsitektur bangunan ini adalah :
- Bahan bangunan terbuat dari kayu dengan dinding kayu berukir
- Memiliki 4 buah tiang ditengah bangunan
- Atap dari genting dan khusus kerpus memiliki motif gambar wayang
Adapun konsep falsafah dari bangunan Joglo ini adalah :
- Menghadap ke laut dengan maksud agar berpikiran luas
- Membelakangi gunung dengan maksud agar tidak conggak dan tinggi hati
- Atap berujud pegunungan dengan maksud religious yaitu tuhan diatas dan berkuasa atas segalanya.
- Tiga buah pintu didepan merupakan perwujudan hubungan antara:
-Manusia dengan Tuhan
-Manusia dengan manusia
-Manusai dengan alam
- Tiga wuwungan atap tidak patah tetapi melengkung yang mempunyai maksud sebagai
Perwujudan cara hidup yang luas.
b. Pradonggo Birowo
Bangunan ini merupakan duplikat dari bangunan aslinya yang ada disebelah kiri pendopo Kabupaten Jepara. Fungsi bangunan ini adalah sebagai tempat gamelan yang hanya terdiri atas kendang,kecrek,kempul,dan genjur. Dibunyikan setiap hari senin sehingga gamelan ini oleh orang Jepara disebut GONG SENEN.
c. Sclupture Palace
Bangunan ini merupakan bangunan monumental bagi potensi industry kerajinan di Jepara yaitu dalam bentuk patung orang yang menggambarkan sedang memahat kuda yang maksudnya merupakan syimbol dinamika Jepara sebagai kota ukir.
d. Bangunan Serbaguna
Bangunan ini diadakan untuk kepentingan minampilkan kesenian-kesenian Jepara dalam event-event tertentu yang diprogramkan.
e. Gapura Mantingan
Gapura ini merupakan duplikat gapura kuno yang ada di Desa Mantingan yang merupakan pintu masuk menuju Makam Ratu Kalinyamat dan masjid Kuno Mantingan. Dilihat dari sisi arsitektur diperkirakan gapuro mantingan ini dibangun pada akhir abad XVII yaitu dalam pengertian Bahasa arab ghoruuen yang bermakna agar setiap orang yang datang kekomplek Masjid kuno Mantingan dan makam Ratu kalinyamat agar selalu ingat untuk memohon ampunan pada Tuhan yang maha esa.
f. Miniatur Air Terjun Songgolangit
Bangunan ini merupakan prototip dari sebuah obyek wisata alam yang indah dengan air terjunnya yang berlokasai di desa Bucu Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara.
g. Toilet / service room
Bangunan ini disamping untuk toilet juga berfungsi sebagai gudang .
2. 2.Penjelasan isi dan penggunaan bangunan.
1. Direncanakan bangunan joglo Jepara akan diisi dengan :
a. Duplikat meja kursi RA Kartini
b. Meja marmer kuno
c. Alat tenun tradisional dari torso
d. Lukisan imajinasi Ratu Kalinyamat
e. Lukisan RA Kartini
f. Contoh beberapa hasil industry kerajiana Jepara, Seperti relief, tenun ikat, monel, dan lain-lain
2. Pada waktu tertentu bangunan joglo Jepara ini bersama dengan bangunan serbaguna dapat digunakan pula sebagai Anjang pameran
3. Atraksi Kesenian
Pada event-event tertentu, gedung serbaguna dapat digunakan pula untuk kepentingan atraksi seni khas Jepara antara lain : emprak, kentrung, ketoprak,dll


Selasa, 03 Januari 2012

Teluk Kiluan Lampung: The Hidden Paradise”


Teluk Kiluan Lampung: The Hidden Paradise”
Teluk Kiluan berada di Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, Lampung Selatan. Jaraknya kurang lebih 80 kilometer dari kota Bandar Lampung. Di tempat wisata ini, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan. Selain berfoto, tentu saja, Anda pun bisa berenang di hijaunya air pantai Pulau Kiluan. Menyaksikan lumba-lumba juga akan menjadi daya tarik yang tak terlupakan. Dan menurut sejumlah informasi, Teluk Kiluan merupakan wilayah dengan populasi lumba-lumba terbanyak di Asia Tenggara.
Kurang lebih membutuhkan waktu enam jam lamanya melalui jalan darat untuk mencapai Ekowisata Teluk Kiluan yang terletak di koordinat S5.749252 E105.192740 dari arah Pelabuhan Bakaehuni, atau kurang lebih sekitar 80 km dari Kota Bandar lampung. Dari Bakaeuhuni kita bisa mengikuti jalur lintas timur Sumatera sampai dengan pertigaan arah Pelabuhan Panjang. Kemudian ambil jalur Pelabuhan Panjang, terus ke arah Lempasing, Mutun dan diujung jalur ini kita akan ketemu Teluk Kiluan. Namun sebelum sampai ke teluk ini, perlu perjuangan ekstra keras, karena tidak semua jalur yang kita lalui beraspal.
Mulai memasuki daerah Lempasing, jalannya menyempit, berkelok-kelok dan naik turun. Kita harus ekstra hati-hati dalam mengendarai mobil ketika melalui jalur ini jika tak mau jatuh ke dalam jurang. Walaupun begitu, kita akan disuguhi pemandangan hijau hutan yang terletak di kanan kiri jalan yang menyejukkan mata. Sesekali akan terlihat lautan luas nan biru yang terlihat dari sebelah kiri tebing-tebing jalan yang kita lalui. Tambak udang juga banyak terlihat di sisi kiri jalan yang langsung berhadapan dengan lautan.



Sebelum memasuki desa terakhir dengan jalanan yang dapat dilalui dengan mobil, perkampungan khas Lampung dengan rumah panggungnya menjadi daya tarik tersendiri dalam perjalanan menuju Teluk Kiluan. Setelah itu barulah kita memasuki desa Bawang, dimana jalanan yang kita lalui berubah menjadi jalan tanah yang bergelombang dan berbatu-batu. Kemudian Perjalanan dilanjutkan dengan naik ojek dikarenakan mobil tidak mungkin bisa melintas lagi. Mobil yang kita bawa pun terpaksa harus dititipkan di balai desa agar aman selama kita pergi ke Teluk Kiluan.Ternyata tidak sulit untuk menemukan tukang ojek di daerah ini, karena memang mereka sudah siap setiap waktu untuk mengantar tamu ke Kiluan.


Teluk kiluan ini baru diekspos tahun 2009, teluk ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat dibawah yayasan Cikal ekowisata, sehingga walaupun dikelola untuk tujuan wisata, tetap memperhatikan kelestarian kekayaan alam dan biota laut yang ada di Teluk Kiluan. beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dsini adalah Snorkeling menikmati keindahan biota bawah laut yang masih alami, beberapa spot yang menarik adalah diseberang Pulau Kiluan, habitat asli penyu Hijau. Sedangkan Untuk kegiatan surfing berada di seberang cottege, dan Tur Lumba-lumba dengan dimana kita bisa bermain dengan ratusan lumba-lumba dihabitatnya yang merupakan terbesar di Asia Tenggara, dengan perahu Jukung dipagi hari, kita akan diantarkan ke laut lepas untuk bermain dengan lumba-lumba dipagi hari.


Sekilas Info:
Teluk Kiluan terletak di Propinsi Lampung, yang terkenal dengan banyaknya lumba-lumba, ikan paus disekitaran Teluk Kiluan. Daerah ini juga terkenal dengan keindahan alam dan surga bagi para pemancing handal. Setiap tahun diadakan lomba memancing di Teluk Kiluan yang diikuti oleh master-master pemancing seluruh Indonesia.
1. Prakiraan Biaya

1. A. Transportasi
Transportasi umum dari Jakarta menuju Teluk Kiluan:
1. Kalideres – Pelabuhan Merak (ekonomi) Rp.15.000,-, sekitar 1.5 jam
2. Ferry penyebarangan Merak – Bakahueni (ekonomi) Rp.15.000,- (AC Rp.30.000,-), sekitar 2 jam
3. Bakahueni – Bandar Lampung (ekonomi) Rp.15.000,-, sekitar 2 jam
4. Travel Bandar Lampung (kali balok) – Kiluan (AC) Rp.45.000,-, sekitar 3-4 jam
5. Penyebrangan (kapal jungkung kecil) dari Teluk Kiluan menuju Pulau Kiluan, Rp.15.000,- /org sekitar 15 menit.
6. Jungkung untuk ’berburu’ Lumba-lumba : Rp.250.000/kapal, bisa diisi 3 orang, lama seluruh perburuan sekitar 2-3 jam.
Saya pribadi memakai mobil pribadi karena ingin menjelajah pantai-pantai yang searah dengan Teluk Kiluan.


                                                              Sunrise di Pantai Queen Artha
Akomodasi penginapan di Teluk Kiluan sangat terbatas. Di Pulau Kiluan hanya terdapat 1 rumah panggung yang digunakan sebagai homestay, yang memiliki 4 kamar yang disewakan. Harga sewa semalam Rp.150.000,- perkamar, yang bisa diisi sampai 5-6 orang. Fasilitas amat sangat minim, listrik yang digunakan adalah generator sederhana yang menerangi sangat terbatas (110V). Alternatif lain adalah menginap di homestay yang berada di Teluk Kiluannya (daratan), dengan kondisi yang mestinya lebih bagus. Saya prefer menginap di Pulau Kiluan dengan pertimbangan supaya pagi buta bisa langsung naik kapal jungkung ’berburu’ lumba-lumba.
1-C Makanan
Makanan yang disantap adalah makanan yang disediakan oleh pemilik homestay dengan biaya Rp.15.000,-/makan/orang dengan lauk ikan segar seadanya.
1-D Biaya Lain – Tiket Masuk
Sebagian besar gratis, kecuali untuk pantai yang sudah dikomersialkan seperti pantai Klara Rp.5.000,-, pantai Mutun Rp.5.000,-.




Pantai di Kelagian


Obyek Wisata yang sejalan ke arah Teluk Kiluan ini :
1. Pantai Queen Artha, Lampung, sunrisenya luar biasa cantik
2. Pantai Kelapa Merapat (Klara) sekitar 1 jam dari Bandar Lampung
3. Pulau Kelagian, pulau yang berada depan pantai Klara, biaya sewa kapal Rp.75.000,- yang bisa isi hingga 8 orang, lama penyebrangan 15-20 menit,
4. Pantai Mutun, sedikit masuk, ada arah petunjuknya.
5. Pantai Sekar Wana, pantai milik AL, harus ijin, pantai yang berada di Lagoon, sehingga bisa merefleksi dengan sempurna. Pantai ini dekat dengan Pantai Mutun.

3. Cuaca



Lumba-lumba
Secara umum waktu yang terbaik adalah saat musim kemarau, April – September, karena dikhawatirkan apabila musim hujan, akan membuat jalan rusak menuju Teluk Kiluan akan semakin parah sehingga semakin menyulitkan perjalanan.

4. Packing List
Perlengkapan berenang, sunblock, kamera (disarankan membawa lensa tele untuk menangkap moment lumba-lumba), makanan sebisa yang dibawa karena di Teluk Kiluan tidak ada penjual makanan besar, dry pack (untuk kamera, lensa, dan barang berharga yang tidak tahan air) yang dipergunakan selama ’huntingdolphin.

5. Tips
- Bawa senter apabila menginap di homestay pulau Kiluan.
- Sepagi mungkin berburu Lumba-lumba.
- Membawa makanan tambahan untuk persiapan menginap di Pulau Kiluan.
- Mandi/berbersih apabila berenang di Klara (ada kamar mandi di pantai Klara), karena air sangat sedikit di Pulau Kiluan (saat kunjungan terakhir, tidak ada mesin pompa air, sehingga apabila membutuhkan air harus menimba sumur terlebih dahulu)
- Jungkung yang digunakan sangat kecil, lebar hanya sekitar 45 cm, dengan panjang sekitar 2.5 m, untuk yang agak takut dengan air, disarankan membawa live vest jacket sendiri.






Sabtu, 31 Desember 2011

Wisata Sumatera Barat


Objek Wisata Sumatera Barat
Sumatera Barat memiliki berbagai jenis daearah dan tempat wisata, baik wisata alam maupun wisata sejarah, diantaranya yang sangat sering dikunjungi adalah sebagai berikut :


1. Danau Singkarak



Merupakan danau yang terbesar di Sumatera Barat dengan panjang 21 km yang terletak di pinggir jalan raya Padang Panjang – Solok. Di sekitar danau terdapat beberapa tempat untuk beristirahat dan bersantai serta tersedia juga berbagai fasilitas sampan, boat dan hotel. Tersedia juga fasilitas untuk mengelilingi danau dengan pemandangan yang indah.


2. Danau Maninjau



Merupakan danau yang cukup indah dan menarik yang terletak lebih kurang 36 km dari Kota Bukittinggi, dapat ditempuh dengan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan sebutan kelok 44 (kelok ampek-ampek). Di danau ini tersedia fasilitas untuk berenang, memancing, sepeda air yang cukup mengasyikan serta terdapat juga hotel dan homestay yang cukup representative.


3. Danau Di Atas dan Di Bawah 
Danau Di Atas



Danau Di Bawah


Kedua danau ini dikenal dengan sebutan Danau Kembar. Kedua danau tersebut terletak di Desa Pasar Simpang, Kecamatan Lembayang Jaya, Kab. Solok, berjarak kurang lebih 47 km dari Kota Solok dan 56 km dari Kota Padang. Keunikan dari danau kembar tersebut adalah untuk menuju Danau Di atas, kita harus melalui jalan yang menurun sedangkan untuk menuju Danau Dibawah, kita harus melalui jalan yang mendaki. Di sekitar danau ditanam buah markisa dengan rasa yang manis, sayur-sayuran, dan kentang.


4. Jam Gadang 


 Jam Gadang merupakan bangunan menara yang tinggi menjulang dengan megahnya, beratapkan khas Minangkabau, terletak di tengah kota Bukittinggi. Jam Gadang menjadi landmark dan lambang kota Bukittinggi, dibangun di atas bukit yang bernama Bukit Kandang Kerbau pada jaman Pemerintahan Belanda tahun 1827 oleh Contraleur (Sekretaris Kota) Rook Maker.


Dari puncak menara kita dapat menikmati dan menyaksikan betapa indahnya alam di sekitar kota Bukittinggi yang dihiasi Gunung Merapi, Gunung Singgalang, Gunung Sago dan Ngarai Sianok. Selain itu, Jam Gadang juga berguna sebagai penuntun bagi masyarakat sekitar untuk mengetahui waktu. Hal yang unik pada Jam Gadang adalah angka 4 yang tertulis IIII.
5. Benteng De Kock



Benteng ini dibangun di pincak di dalam kota Bukittinggi tahun 1825 pada waktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan Harimau Nan Salapan terhadap Belanda. Disekitar Benteng ini masih dapat kita lihat meriam kuno periode abad XIX Masehi. Tempat yang luas ini telah dihiasi dengan taman sebagai tempat ketinggian menyaksikan, Ngarai Sianok dan perbukitan sekitarnya terdapat meriam kuno dan bangunan benteng. Ini merupakan tempat terbaik di Bukittinggi menyaksikan Sunset.


6. Gedung Tri Arga / Istana Bung Hatta



Gedung yang terletak di kota Bukittinggi ini masa dahulu merupakan pusat pemerintahan darurat Republik Indonesia tahun 1947. Hal ini disebabkan oleh agresi Belanda yang ingin memecah belah bangsa kita. Untuk mengenang jasa Proklamator Bung Hatta, gedung Tri Arga diganti nama dengan Istana Bung Hatta.


7. Terowongan (Gua) Jepang

Terowongan ini panjangnya lebih 1.400 meter berkelok-kelok dibuat oleh tentara Jepang pada periode 1942, terletak di tengah taman panorama di Ngarai Sianok di bawah kota Bukittinggi, dengan lebar lebih 2 meter. Di dalam gua terdapat berbagai keperluan ruangan untuk kantor, rumah sakit, makanan dan persenjataan. Pintu masuk gua terdapat dibeberapa tempat, seperti di Ngarai Sianok, di Panorama, di samping Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukittinggi. Rakyat setempat menamakan ini adalah Lobang Jepang.


8. Ngarai Sianok

Ngarai Sianok terletak di Pusat kota Bukittinggi, membujur dari Selatan Nagari Koto Gadang terus ke Utara, Nagari Sianok Enam Suku dan berakhir di Palupuh dengan panjang 15 km, kedalaman 100 meter dan lebar 200 meter. Ngarai Sianok atau Lembah Pendiam ini merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan subur, didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing yang berwarna-warni dengan latar belakang gunung Merapi dan Singgalang yang menghijau merupakan alam yang mempesona. Keunikan Ngarai ini mudah dicapai, sebuah Ngarai di pusat kota yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di dunia. Keindahan alam Ngarai Sianok yang mempesona itu selalu diabadikan oleh wisatawan dengan mengambil foto-foto serta sebagai imajinasi bagi para pelukis. Perjalanan menjelajah dengan melalui jalan setapak di lembah Ngarai merupakan rekreasi yang menarik, bila perjalanan terus keseberang Ngarai dalam waktu 45 menit anda akan sampai di Nagari Koto Gadang sebagai Nagari asal beberapa orang pemimpin bangsa Indonesia antara lain : H.Agus Salim dan Emil Salim.


9. Lembah Anai

Lingkungan Lembah Anai sangat mengagumkan. Hutan tropis yang lebat yang mengesankan dan merupakan hutan lindung. Didasarnya mengalir Sungai Batang Anai dengan airnya yang bening dan kelihatan sebuah air terjun setinggi 40 meter dekat sekali dengan jalan raya.


10. Anai Resort Golf Course 
Anai Resort terletak 550 m di atas permukaan laut. Merupakan Golf Course terbaik di Sumatera Barat yang berstatus Internasional dengan 18 hole, dirancang oleh Designer Lapangan Golf International Thomas dan Perret. Berbagai fasilitas terdapat di lokasi bungalow seperti kolam renang alami dan restoran.


11. Embun Pagi

Sebelum mencapai Danau Maninjau kita akan berhenti sejenak di Embun Pagi di desa Padang Gelanggang 24 km dari Bukittinggi untuk menikmati udara yang sejuk dan nyaman sambil memandang keindahan Danau Maninjau dengan airnya yang membiru serta dikelilingi oleh bukit-bukit yang menghijau.


12. Ngalau Indah

Dua km sebelum memasuki kota Payakumbuh dari arah Bukitinggi kita akan sampai ke sebuah gua alam dengan stalagnit dan stalagmit pada langit-langit gua yang cukup menarik. Di dalam gua ini kita akan mendengar suara kelelawar yang berterbangan di sekitar kita dan merasakannya tanpa dapat melihatnya. Di luar gua ini kita akan menikmati taman dengan pohon-pohon yang rindang menambah kesejukan dan keindahan alam.


13. Istana Pagaruyung

Istana ini dibangun oleh keluarga kerajaan Pagaruyung di Batusangkar yang mempunyai ciri khas Minangkabau. Di dalam istana terdapat barang-barang peninggalan kerajaan yang masih terpelihara dengan baik. Di sekitar istana ini kita dapat menikmati keindahan alam dengan udara yang sejuk. Terletak di Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar.


Pagaruyung adalah lokasi kediaman Raja Minangkabau sebagai pusat pemerintahan. Sekarang rumah gadang yang ada disana merupakan replika dari Istana yang aslinya dengan lukisan di dinding luar dan atap yang menjulang berbentuk tanduk kerbau.


14. Lembah Harau

Merupakan cagar alam dengan bukit kapur yang curam dengan ketinggian 100 sampai 150 m yang terletak 14 km dari Payakumbuh. Disini juga ditemui lima buah air terjun yang selalu mencurahkan airnya yang jernih. Di tempat ini juga tersedia fasilitas untuk berkemah bagi wisata remaja dan kegiatan mengelilingi cagar alam melalui jalan setapak. Direncanakan cagar alam ini akan menjadi taman margasatwa yang pertama di luar Pulau Jawa.


15. Pandai Sikek



Pandai Sikek dikenal sebagai daerah pusat kerajinan ukiran dan tenunan Kain Songket. Pandai Sikek terletak di kaki Gunung Singgalang lebih kurang 10 km sebelum memasuki kota Bukittinggi dengan pemandangan yang indah. Disini kita juga dapat melihat kehidupan masyarakat yang bertani secara tradisional. Desa ini memiliki 1000 buah alat tenun. Lukisan kayu dan perabot rumah tangga juga dibuat disini.


16. Pulau Sikuai

Pulau Sikuai, salah satu pulau yang terletak di sisi barat Pulau Sumatera hanya terletak sekitar setengah mil laut dari kota Padang dan dapat dicapai menggunakan kapal angkutan khusus dengan waktu tempuh 35 menit berangkat dari dermaga airud Bungus. Pengunjung pulau dapat menginap di hotel resort yang dilengkapi fasilitas hotel berbintang dua. Resort ini menyediakan 21 buah cottage dengan kapasitas sekitar 45 kamar. Selain menikmati keindahan pantai dan wisata bahari, trekking mengitari pulau atau menjelajahi hutan alam sampai panjat tebing juga dapat dilakukan oleh pengunjung yang senang petualangan alam.


17. Kawasan Bukit Langkisau 


Bukit Langkisau memiliki ketinggian 1.000 kaki yang terletak antara Desa Salido dan Kota Painan-Pesisir Selatan. Selain dapat menikmati pemandangan yang memukau ke laut lepas, kawasan bukit langkisau juga dimanfaatkan sebagai sarana olahraga terbang layang dengan lokasi pendaratan di pantai Carocok atau pantai Salido.


18. Pulau Cubadak

Pulau Cubadak adalah salah satu pulau di kawasan Mandeh – Pesisir Selatan yang telah dikelola menjadi objek wisata berskala internasional oleh investor dari Italia. Resor ini memiliki 13 bungalows dan satu suite dengan arsitektur alam yang didukung oleh beberapa sarana penunjang untuk kegiatan diving, fishing, dan snorkeling. Resor ini dilengkapi pula dengan motor boat, dermaga dan beberapa fasilitas bahari lainnya.


19. Jembatan Akar Pesisir Selatan



Terletak sekitar 30 menit dari Painan, Jembatan Akar merupakan salah satu objek wisata paling unik di Sumatera Barat. Jembatan hidup yang melintasi sungai Bayang ini terbuat dari akar dua bohon beringin yang saling bertautan. Berbeda dengan jembatan pada umumnya yang semakin lama semakin lemah, jembatan akar dengan bertambah usianya pohon beringin semakin bertambah kuat. Konon jembatan ini di desain oleh seorang ulama bernama Pakih Sokan pada awal 1900 an.


20. Selancar dan Wisata Pantai di Mentawai 


Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan ibu kota Tua Pejat – Sipora berada lebih kurang 135 km dari Kota Padang dapat dicapai melalui laut dengan memakan waktu antara 6-10 jam. Selain memilki pantai yang indah dengan hamparan pasir putihnya, aktivitas wisata atraksi atau bahari yang terkenal adalah kegiatan selancar (surfing) yang dapat dilakukan disekitar pulau Siberut dan Sipora. Akomodasi bagi pengunjung terdapat di beberapa kota kabupaten dan kecamatan.


21. Desa Pariangan di Tanah Datar



Adalah desa tertua di Minangkabau, dimana berasalnya nenek moyang orang Minangkabau, terletak dilereng Gunung Merapi ditepi jalan raya Padang Panjang – Batusangkar. Di desa ini dapat dilihat keaslian bentuk desa adat yang mencerminkan kehidupan sosial Minangkabau seperti Balairung, mesjid, Rumah adat, Lumbung padi yang merupakan unsur pokok dari suatu kelompok sosial orang Minangkabau. Terdapat pemandian air panas, dan beberapa peninggalan sejarah seoperti batu basurek, kuburan panjang yang menurut ceritanya adalah kuburan Dt. Tantejo Gurhano arsitek Rumah Adat Minangkabau.


22. Rumah Peristirahatan Balai Campago 


Balai Campago terletak di suatu bukit yang sangat indah dengan udara yang sejuk serta kehidupan bermasyarakat yang aman dan tentram, tepatnya di Desa Campago Cuguak Bulek, Mandiangin Koto Salayan Kota Bukittinggi, 4 km dari pusat kota Bukittinggi. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan angkutan darat dalam waktu 10 menit dari pusat kota Bukittinggi dan 1 jam 45 menit dari Padang. Balai Campago berdiri di atas tanah seluas 8.038 m2 dengan luas bangunan 3.054 m2 terdiri dari 2 buah bangunan VIP, 1 buah bangunan utama terdiri dari 3 kamar Superior dan 17 kamar standar yang semuanya dilengkapi dengan perabot. Fasilitas yang ada di Balai Campago adalah ruang serbaguna dengan kapasitas 40 orang, lapangan tenis, lobby, lounge teras, jogging track, coffe shop outdoor, deck pandang, menara, musholla dan tempat parkir yang memadai. Fasilitas tersebut dalam waktu dekat akan ditambah dengan kolam renang dan taman bermain. Dari Balai Campago dapat terlihat seluruh keindahan kota Bukittingi, seperti 2 buah pegunungan yang berderet melingkari kota Bukittinggi dan rumah-rumah adat yang terhampar di bawah Bukit Campago.



Obyek Wisata yang sangat populer di Sumatera ialah Danau Toba
Danau Toba merupakan salah  satu danau terbesar di dunia, dan yang terbesar dan terpopuler di Indonesia. Danau  itu seperti lautan yang luasnya lebih kurang 3000 km2. Di tengah danau  itu, ada sebuah pulau yang besar, yaitu Pulau Samosir yang berada pada  ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.
Keindahan Danau Toba sangat  mengagumkan. Danau itu dikelilingi oleh perbukitan, sehingga suasana di sekitar  danau terasa nyaman, udaranya segar dan sejuk. Menikmati  keindahannya dengan berenang atau pun menyewa perahu motor, mengitari sekitar  danau. Di sore hari,  dapat menikmati suasana yag lebih hening dengan  pemandangan cahaya matahari terbenam yang begitu indah.
Di tengah Danau Toba, yaitu di Pulau Samosir terdapat  objek wisata alam yang populer, yakni danau di atas danau (Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang); objek wisata sejarah di komplek makam Raja Sidabutar di Desa Tomok; dan wisata  arsitektur berupa komplek rumah tradisional Batak Toba Samosir. Di Parapat, para  pengunjung yang ingin mengunjungi Pulau Samosir dapat menumpangi angkutan feri yang setiap jamnya berangkat ke Desa Tomok, Samosir.
Berdasarkan penelitian dari para  peneliti Universitas Teknologi Michigan, Amerika Serikat, di lokasi Danau Toba,  pada masa 75.500 tahun yang lalu, pernah terjadi sebuah letusan maha dahsyat  yang memusnahkan manusia, hewan dan tumbuhan. Letusan itu memuntahkan bebatuan  dan abu vulkanik hingga sejauh 2.000km3. Arah muntahan  letusan menimbulkan kegelapan hingga dua  minggu lamanya. Dampak dari letusan adalah terbentuknya sebuah kawah gunung  berapi yang besar, yang lama-kelamaan kawah tersebut terisi air yang akhirnya  terbentuk sebuah danau yang besar, yaitu Danau Toba. Mengenai keberadaan Pulau  Samosir, itu terbentuk diakibatkan oleh tekanan magma secara terus-menerus yang  belum keluar dari perut bumi.
Danau yang luas ini memiliki nilai magis dan kosmologis, karena dipercaya sebagai tempat berdiamnya Namborru (tujuh dewi leluhur Suku Batak). Bilamana masyarakat Suku Batak ingin menggelar acara adat di sekitar danau, mereka harus terlebih dahulu memohon izin kepada Namborru. Seperti dalam perayaan Pesta Rakyat Danau Toba yang setiap tahunnya digelar, beberapa ritual dilakukan terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.
Lokasi Danau Toba berada pada beberapa kabupaten, antara lain Kab.  Simalungun, Kab. Samosir, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Karo, dan Kab. Dairi, Sumatera Utara, Indonesia.Untuk mencapai lokasi wisata, pengunjung dapat melalui rute Kota Medan-Parapat atau pun melalui rute  Medan-Berastagi yang berjarak lebih kurang 176 km dengan waktu tempuh kurang lebih  empat jam dengan kendaraan roda dua/ empat.
Tidak sulit mencari  penginapan di sekitar lokasi, baik penginapan kelas melati atau pun hotel berbintang. Restoran, kafe dan warung makan juga ad



a di sekitar lokasi.


Obyek Wisata yang sangat populer di Sumatera ialah Danau Toba
Danau Toba merupakan salah  satu danau terbesar di dunia, dan yang terbesar dan terpopuler di Indonesia. Danau  itu seperti lautan yang luasnya lebih kurang 3000 km2. Di tengah danau  itu, ada sebuah pulau yang besar, yaitu Pulau Samosir yang berada pada  ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Keindahan Danau Toba sangat  mengagumkan. Danau itu dikelilingi oleh perbukitan, sehingga suasana di sekitar  danau terasa nyaman, udaranya segar dan sejuk. Menikmati  keindahannya dengan berenang atau pun menyewa perahu motor, mengitari sekitar  danau. Di sore hari,  dapat menikmati suasana yag lebih hening dengan  pemandangan cahaya matahari terbenam yang begitu indah.
Di tengah Danau Toba, yaitu di Pulau Samosir terdapat  objek wisata alam yang populer, yakni danau di atas danau (Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang); objek wisata sejarah di komplek makam Raja Sidabutar di Desa Tomok; dan wisata  arsitektur berupa komplek rumah tradisional Batak Toba Samosir. Di Parapat, para  pengunjung yang ingin mengunjungi Pulau Samosir dapat menumpangi angkutan feri yang setiap jamnya berangkat ke Desa Tomok, Samosir.

Berdasarkan penelitian dari para  peneliti Universitas Teknologi Michigan, Amerika Serikat, di lokasi Danau Toba,  pada masa 75.500 tahun yang lalu, pernah terjadi sebuah letusan maha dahsyat  yang memusnahkan manusia, hewan dan tumbuhan. Letusan itu memuntahkan bebatuan  dan abu vulkanik hingga sejauh 2.000km3. Arah muntahan  letusan menimbulkan kegelapan hingga dua  minggu lamanya. Dampak dari letusan adalah terbentuknya sebuah kawah gunung  berapi yang besar, yang lama-kelamaan kawah tersebut terisi air yang akhirnya  terbentuk sebuah danau yang besar, yaitu Danau Toba. Mengenai keberadaan Pulau  Samosir, itu terbentuk diakibatkan oleh tekanan magma secara terus-menerus yang  belum keluar dari perut bumi.

Danau yang luas ini memiliki nilai magis dan kosmologis, karena dipercaya sebagai tempat berdiamnya Namborru (tujuh dewi leluhur Suku Batak). Bilamana masyarakat Suku Batak ingin menggelar acara adat di sekitar danau, mereka harus terlebih dahulu memohon izin kepada Namborru. Seperti dalam perayaan Pesta Rakyat Danau Toba yang setiap tahunnya digelar, beberapa ritual dilakukan terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Lokasi Danau Toba berada pada beberapa kabupaten, antara lain Kab.  Simalungun, Kab. Samosir, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Karo, dan Kab. Dairi, Sumatera Utara, Indonesia.Untuk mencapai lokasi wisata, pengunjung dapat melalui rute Kota Medan-Parapat atau pun melalui rute  Medan-Berastagi yang berjarak lebih kurang 176 km dengan waktu tempuh kurang lebih  empat jam dengan kendaraan roda dua/ empat.
Tidak sulit mencari  penginapan di sekitar lokasi, baik penginapan kelas melati atau pun hotel berbintang. Restoran, kafe dan warung makan juga ada di sekitar lokasi.




Danau Toba merupakan salah satu danau terbesar di dunia, dan yang terbesar dan terpopuler di Indonesia. Danau itu seperti lautan yang luasnya lebih kurang 100 km x 30 km. Di tengah danau itu, ada sebuah pulau yang besar, yaitu Pulau Samosir yang berada pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. 

Berdasarkan penelitian dari para peneliti Universitas Teknologi Michigan, Amerika Serikat, di lokasi Danau Toba, pada masa 75.500 tahun yang lalu, pernah terjadi sebuah letusan maha dahsyat yang memusnahkan manusia, hewan dan tumbuhan. Letusan itu memuntahkan bebatuan dan abu vulkanik hingga sejauh 2.000km3. Arah muntahan letusan menimbulkan kegelapan hingga dua minggu lamanya. Dampak dari letusan adalah terbentuknya sebuah kawah gunung berapi yang besar, yang lama-kelamaan kawah tersebut terisi air yang akhirnya terbentuk sebuah danau yang besar, yaitu Danau Toba. Mengenai keberadaan Pulau Samosir, itu terbentuk diakibatkan oleh tekanan magma secara terus-menerus yang belum keluar dari perut bumi.

B. Keistimewaan
Keindahan Danau Toba sangat mengagumkan. Danau itu dikelilingi oleh perbukitan, sehingga suasana di sekitar danau terasa nyaman, udaranya segar dan sejuk. Para pengunjung dapat menikmati keindahannya dengan berenang atau pun menyewa perahu motor, mengitari sekitar danau. Di sore hari, pengunjung dapat menikmati suasana yag lebih hening dengan pemandangan cahaya matahari terbenam yang begitu indah.
Danau yang luas ini memiliki nilai magis dan kosmologis, karena dipercaya sebagai tempat berdiamnya Namborru (tujuh dewi leluhur Suku Batak). Bilamana masyarakat Suku Batak ingin menggelar acara adat di sekitar danau, mereka harus terlebih dahulu memohon izin kepada Namborru. Seperti dalam perayaan Pesta Rakyat Danau Toba yang setiap tahunnya digelar, beberapa ritual dilakukan terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Di tengah Danau Toba, yaitu di Pulau Samosir terdapat objek wisata alam yang populer, yakni danau di atas danau (Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang); objek wisata sejarah di komplek makam Raja Sidabutar di Desa Tomok; dan wisata arsitektur berupa komplek rumah tradisional Batak Toba Samosir. Di Parapat, para pengunjung yang ingin mengunjungi Pulau Samosir dapat menumpangi angkutan feri yang setiap jamnya berangkat ke Desa Tomok, Samosir.

C. Lokasi
Lokasi Danau Toba berada pada tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Simalungun, Kabupaten Parapat dan kabupaten Ambarita, Sumatera Utara, Indonesia.
D. Akses Menuju Lokasi
Untuk mencapai lokasi wisata, pengunjung dapat melalui rute Kota Medan-Parapat atau pun melalui rute Medan-Berastagi yang berjarak lebih kurang 176 km dengan waktu tempuh kurang lebih empat jam dengan kendaraan roda dua/ empat.
E. Harga Tiket
Harga tiket masih dalam proses konfirmasi.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Tidak sulit mencari penginapan di sekitar lokasi, baik penginapan kelas melati atau pun hotel berbintang. Restoran, kafe dan warung 
 makan juga
 ada di sekitar lokasi.